Begini Alasan Program SSA Dishub Kota Serang Tak Di Setujui Gubernur Banten

KOTA SERANG, TerasBanten Program Sistem Satu Arah (SSA) yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang hingga kini belum mendapatkan restu dari Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Ternyata setelah di telusuri, Dishub Kota Serang tidaklah memiliki konsep maupun data gambaran arus lalu lintas di Kota Serang. Padahal, acuan dari program SSA tersebut adalah kemacetan yang sering terjadi. Sehingga dibuatlah rekayasa lalu lintas, untuk mengantisipasi kemacetan di Kota Serang.

“Waduh, tidak ada tuh untuk data perhari jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Serang. Coba kita liat di bagian bidangnya,” ungkap Kabid Lalu lintas, Herunajaya saat di temui di Dishub Kota Serang, Selasa(1/10/2019).

Sesampainya di ruangan Lalu lintas, Herunajaya memperkenalkan kepada Staf Mandrek, Management dan Rekayasa Lalu Lintas, bernama Tahta. “Nah, ini orangnya bagian yang merekap data lalu lintas. Coba bisa tanyakan kepada dirinya,” katanya.

Tahta pun menjelaskan, bahwa data kendaraan perhari yang melintasi Kota Serang tidaklah ada. Tetapi, kata Tahta, untuk data kendaraan yang melewati terowongan trondol barulah dimiliki.

“Kita hanya punya data terowongan trondol yaitu, 2.909 kendaraan yang melalui terowongan dalam perhari. Itupun sudah meliputi kendaraan roda dua dan roda empat,” jelasnya.

Sedangkan untuk acuan program SSA, Tahta mengakui, hanyalah berdasarkan uji coba SSA yang dilakukan pada tahap pertama pada tanggal 20-23 April 2019. Kemudian dilanjutkan dalam uji coba Tahap 2, pada tanggal 30 April hinggal 3 Mei 2019.

“Selebihnya hanya perkiraan saja. Misalkan, di jalan warjok, ciceri, maupun cipocok di perkirakan 60 kendaraan yang melintas,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, sepanjang jalan Kota Serang masih banyak kendaraan yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Sehingga membuat laju kendaraan menjadi terhenti, bahkan menyebabkan kemacetan di setiap lampu merah.

6 Total View 1 Today View

Redaksi TerasBanten

INFORMASI BERIMBANG DAN AKURAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *