Warga Thailand Sembunyikan Sabu Di Kemaluannya Di Tangkap Polres Tangsel

TerasBanten, Tangsel – Satnarkoba Polres Kota Tangerang Selatan ungkap Kasus penyelundupan Narkoba dan berhasil meringkus 5 tersangka, 1 diantaranya warga asing  berkewarganegaraan Thailand bernama Chrncira Aehitanon beralamat di sudistrik nong Muamg Propinsi Lop Buri Thailand.

Chncia (21) ditangkap saat berada di hotel di kawasan Jakarta setelah 3 jam menyembunyikan barang haram tersebut di kemaluannya penangkapan Chncia (21) berdasarkan hasil pengembangan kepolisan pada Rabu 20/10/19 lalu.

Hal ini dijelaskan oleh Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan saat memberi keterangan dalam konferensi Pers Di Mapolres Tangsel Jalan Raya Promoter Serpong Kamis 30/10/19.

“Kelima tersangka mengaku bernama Dimas Aji Santoso, Hambali, Her dan Muhamad Samlawi satu diantaranya kewarganegaraan asing bernama Chncira di tangkap berdasarkan penangkapan tersangka lainnya di Tangerang dengan kasus sabu beberapa hari lalu, dari hasil pengembangan itulah baru kami  mengarah kepada warga Thailand tersebut,”terang Ferdy.

Ferdy menambahkan tersangka warga Thailand menyimpan narkoba jenis sabu seberat 283. 7 gram yang dibalut dengan gumpalan pelastik kemudian dibungkus dengan kondom, petugas juga menyita ganja dari pelaku lainya yaitu Dimas dan Heri seberat 1,5 Kilogram.

“Menurut dari pengakuan tersangka sabu sabu di sembunyikan oleh tersangka dari Thailand di kemaluannya kemudian dari tersangka kewarganegaraan Thailand inilah kami petugas melakukan pengembangan dan menagkap tersangka lainnya,” terangnya.

Ditempat yang sama Kasat Narkoba Polres Tangsel Iptu Edy Suprayitno
menambahkan saat petugas melakukan penggerebekan di hotel tersebut, tersangka sudah mengeluarkan barang bukti sabu seberat 283, 7 gram dari kemaluannya, “Saat dilakukan penangkapan pelaku mengeluarkan sabu dari kelaminnya di kamar mandi hotel. Jadi sabu yang dimasukan ke kelaminnya ini dibungkus dahulu oleh kondom dari Thailand sudah disimpan kurang lebih 3 jaman,” paparnya.

Dari pengakuan tersangka dan hasil penyelidikan, tersangka yang sudah tiba di Indonesia kemudian menunggu perintah dari Thailand untuk memberikan sabu bawaannya.

 

“Tersangka menunggu perintah di Thailand , Jadi yang mengendalikan dari Thailand dan akan berkomunikasi dengan orang Thailand yang tinggal di Indonesia menurut dari pengakuan tersangka dia terpaksa melakukan perbuatannya karna faktor ekonomi,” terangnya.

Edy melanjutkan pengakuan tersangka menerima upah sekitar 30 ribu Bath atau sekitar Rp 14 juta rupiah, “karena tersangka tinggal di daerah pedalaman dari orang yang tidak mampi dan ayahnya adalah seorang petani menurutnya upah sebesar itu sudah sangat besar sekali,” pungkasnya

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan di ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun penjara dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling besar Rp 10 miliar. / h3n

10 Total View 1 Today View

Redaksi TerasBanten

INFORMASI BERIMBANG DAN AKURAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *