Kisruh Lahan UIN, 9 Rumah Warga Digusur

Tanggerang,TB-Sembilan (9) rumah di Komplek Puri Intan tiga RT 04 RW 17 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Di eksekusi Pihak Universitas Islam Negri ( UIN )  Ciputat , berdasarkan keputusan Inkrah Mahkamah Agung ( MA ). Kamis 12/12/19.

Sebelum eksekusi lahan di dilakukan petugas dan pihak UIN melakukan dialog bersama warga penghuni lahan didampingi kuasa hukum Muhamad Sirot dan kuasa hukum UIN Sulaiman Sembiring dihadiri Kapolres Tangsel Akbp Ferdy Irawan bersama Kejari Tangsel Bima Suprayoga dan Kejaksaan Tangerang.

Salah satu warga di perumahan Puri Intan bernama Sukarpi (70) kepada wartawan
Mengeluhkan rumah yang dibangunnya di lahan tersebut adalah hasil dari mengumpulkan uang sedikit demi sedikit.

“Itu kita udah ngumpulin seperak dua perak untuk membangun rumah itu, kok sekarang digaruk dengan 1 hari itu sudah bertahun tahun
Kami bikin rumah ngumpulin uang tau-tau dikeruk begitu aja gimana gak sedih,” tuturnya.

Sementara di tempat yang sama Sulaiman Sembiring selaku kuasa hukum UIN saat di temui menerangkan kementrian Agama ( Kemenag ) dalam penyelesaian aset UIN yang berada di komplek Puri Intan telah dilakukan eksekusi dan menurutnya pelaksanaan eksekusi berjalan baik tidak ada gejolak.

“Eksekusi hari ini berjalan baik tidak ada bentrokan ,sejuk dan berjalan sesuai dengan waktu yang kita sepakati dan detik Ini juga pasukan sudah ditarik Kembali, sesuai pesan ibu rektor Amani Lubis agar eksekusi dapat berjalan kondusif juga lebih manusiawi,” paparnya.

Ia menambahkan tanah yang dieksekusi UIN sudah berjumlah 12 hektar dan eksekusi yang saat ini dilakukan adalah eksekusi yang ke sembilan (9) dengan total 3400 M2 ( 3.4 Ha ).

“Pasukan keamanan sudah dipersiapkan , penundaan satu bulan permintaan warga menurut pihak UIN terlalu lama , maka pemilik lahan lalu minta 7 hari dan kemudian berdasarkan kesepakatan di beri waktu 6 hari untuk mengosongkan lahan ada total 9 rumah , dari 7 titik, totalnya 3400 meter,” ungkapnya.

Sulaiman melanjutkan Lahan Yang di eksekusi adalah lahan Yang pada 28 Mei tahun 1994 diputus oleh inkrah Mahkamah Agung atas Korupsi Syarif Sugriwo ketua Yayasan Pendidikan Madrasah Islam Indonesia (YPII) .

“Sugriwo ditetapkan bersalah. lalu lahan yang di hibahkan dirampas kemudian tanah rampasan yang disita oleh kejaksaan dititipkan orang , Ketika putusan inkrah pihak kemenag bagi masyarakat yg tidak terima melakukan perdata dari Pengadilan Negri
( PN ) lalu Pengadilan Tinggi ( PT )  dan Mahkamah Agung ( MA ) semuanya kalah. Tentang hak warga dan di benarkan oleh. Kejaksaan. Hak tanah itu ada 2. HKGB dan Sertifikat lalu yang dimiliki warga hanya akte jual beli saja,” paparnya.

Ia menambahkan langkah hukum yang saat ini dilalui sudah melalui proses pihaknya sudah menjelaskan secara hukum dengan warga secara jelas. “Jika bicara ganti rugi kami sebagai kuasa hukum UIN menjawab tidak ada ganti rugi karna tdk ada dasar hukumnya, Karna menurut kami berdasarkan kajian tanah ini tidak ada unsur hukummya dan merugikan negara maka pihak UIN merasa Keberatan , Bangunan berdiri diatas tanah negara dan ilegal. Kami juga sempat menawarkan pengosongan lahan sejak 2 bulan lalu , kami tawarkan namun warga juga tidak terima,” terangnya.

Di tempat yang sama kuasa hukum penghuni lahan warga Puri Intan Muhamad Sirot menerangkan bahwa sempat ada keinginan bongkar paksa namun warga meminta kelonggaran waktu pelaksanaan eksekusi.

“Tadi kan mereka mau bongkar paksa, saya minta kepada eksekutor minta supaya menyampaikan kepada pihak pemohon yaitu UIN untuk pembongkaran tolonglah beri kesempatan untuk masyarakat, karena kenapa demikian? Masalahnya rumah ini masih ada manfaat nya lah, minimal kayu kayu yang masih bisa diambilin, ini kan rata rata gak punya rumah juga, lumayan bisa buat ngontrak lagi,” jelasnya.

Selanjutnya warga mempunyai surat walaupun bersertifikat tentang akte jual beli di  Notaris menuritnya warga penghuni lahan membeli tanah tersebut.

“Warga beli dan barang ini bukan ngerampas, beli ini bukan juga dikasih, kalau orang beli ya harus diganti, dan memang nantinya masyarakat ada upaya Hukum, karena sampai saat ini mereka punya alasan belum dibatalkan oleh pengadilan dimana pun,” tandasnya.

Sementara Kasat Sabhara Polres Tangsel Kompol Ii Sutasman menjelaskan ada 470 personil di terjunkan pada eksekusi berlangsung . “Semua berjumlah 470 personil yaitu Polres Tangsel menurunkan 357 dan TNI 30 Personil lalu
Satpol PP 100 personil
30 org tenaga eksekutor dan
Kejaksaan Tangerang 10 orang,” pungkasnya. (GN)

9 Total View 1 Today View

Redaksi TerasBanten

INFORMASI BERIMBANG DAN AKURAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *