Bawa Segudang Bukti, FKMTI Desak Pemkot Tangsel Legalisir Girik Hilang

Tangsel, terasbanten Sejumlah anggota Forum komunikasi Korban Perampasan Tanah Indonesia mendatangi kantor Pemkot Tangsel, Rabu (17/10/2019). Mereka meminta pertanggungjawaban Pemkot melindungi hak tanah warga dari para mafia perampas tanah.

Anggota FKMTI Sutarman Wahyudi membawa sejumlah bukti hilangnya girik C913 yang dititipkan di kelurahan Lengkong Gudang Timur beberapa tahun silam.

Upaya untuk mendapatkan haknya atas tanah tersebut mulai menemui titik terang, Pihak kelurahan Leguti telah membuat pernyataan girik tersebut hilang bahkan pihak kepolisian sudah memberikan keterangan tertulis hilangnya girik tanah seluas 2,7 hektar.

Untuk memastikan giriknya atas nama The Kim Tin tersebut dijual, ayah Sutarman meminta keterangan pihak kecamatan. Tenyata betul, tidak ada catatan jual beli girik tersebut di kecamatan. Bukti tidak adanya catatan tersebut tertulis jelas dalam putusan Sidang Komite Informasi Publik dan putusan sidang PTUN Banten.

Selain itu, Sutarman juga membawa surat dari kemendagri, Ombudsman, aKomnas Ham yang isinya meminta Pemkot Tangsel membuat salinan girik C913 yang sah dan bisa ditingkatkan menjadi sertifikat.

” Kalau STNK, BPKB hilang, kita lapor polisi. Dan bisa segera diganti tak perlu menunggu bertahun-tahun. Polisi juga tidak menghalangi pemilik kendaraan untuk membuat salinan BPKB/STNK yang hilang”.tutur Sutarman

Lebih lanjut Sutarman katakan, ” Harusnya Pemkot Tangsel juga begitu. Lha, Ayah saya tidak pernah menjual, girik hilang. Lantas siapa yang bertanggung jawab untuk meminta girik tersebut dikembalikan, Pemkot, kan? ujar Sutarman.

Sementara Sekjen FKMTI Agus Muldya menjelaskan modus perampasan tanah makin terkuak.

” Mafia bisa menguasai tanah rakyat tanpa membeli. Caranya mereka bersengkongkol dengan oknum BPN. Jika rakyat memprotes dan meminta BPN membuka warkah tanah, BPN akan berdalih tidak bisa membukanya dan menyarankan rakyat menggugat pihak perampas ke pengadilan. Padahal dalam warkah jelas tertulis riwayat tanah”.ungkap Agus.

FKMTI punya segudang bukti banya tanah dengan status HGB, HGU bahkan SHM warkahnya berbeda dengan lokasi aktualnya.

“Ada HGB setelah warkahnya dicek, ternnyata lokasi tanah tersebut berada 5 kilometer dari lokasi yang tertulis dalam sertifikat. Ini bahaya kalau dibiarkan,” jelas Agus Muldya

Agus membeberkan sejumlah fakta perampasan tanah di berbagai daerah.

perampasan tanah dan mafia tanah

Banyak yang bingung apa itu mafia dan perampasan tanah dan Mafia tanah.

Mafia bergerak selalu tidak terlihat tetapi terasa dan nyata sedang perampasan tanah adalah beda dengan konflik tanah dan juga sengketa

Perampasan tidak ada hubungan para pihaknya dan menggunakan rekayasa kekuatan halus dan nyata dimana jelas jika di buka akan terlihat nyata kerjanya. oleh karenanya secara nyata kerja mafia itu memang mengejutkan walaupun tidak masuk akal karena hasilnya nyata.

ada beberapa kasus perampasan tanah yang terindikasi dimana para mafia bekerja.

1.Kasus yang diurus Pendeta Tjahyadi Nugroho. “Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Keluarga Yang Tanahnya Dikuasai Anak Perusahaan Sinar Mas Group” https://www.rmol.co/read/2018/11/02/364511/Surat-Terbuka-Untuk-Presiden-Jokowi-Tentang-Keluarga-Yang-Tanahnya-Dikuasai-Anak-Perusahaan-Sinar-Mas-Group-

2.Kasus yang terjadi di Lahat Sumsel. TV jejakkasusnews

3.Kasus any sri cahyani https://megapolitan.okezone.com/read/2019/03/04/338/2025571/mafia-tanah-gentayangan-di-tangsel-warga-demo-lahannya-dikuasai-pengembang

4.Kasus yang dialami Robert Sudjasmin https://www.youtube.com/watch?v=t_-5fk2JHDM

5.Kasus yang di alami Rusli wahyudi https://www.youtube.com/watch?v=yAoM_nEsw8o

6.Kasus yang di Alami Budi Kendi Budiarjo https://www.youtube.com/watch?v=GVgdN4WKPJc

7.Kasus Sammy di sawangan.
https://bisnis.tempo.co/read/16469/warga-sawangan-gugat-eka-tjiptawidjaja-ke-ma

Ada beberapa indikasi dimana para mafia itu bekerja

1.Girik tidak pernah dijual atau hilang tapi bisa jadi SHGB sehingga seharusnya maladministrasi tetapi seperti syah saja.

2.SHM di rekayasa di kalahkan oleh shgb yang diterbitkan BPN tetapi kemudian diketahui dilokasi lainnya.

Akibat kejadian seperti ini maka dipengadilan korban selalu kalah sampai tingkatan MA. jika masuk ke Pengadilan.

Dan pada proses lainnya ketika korban mengadu kepada Kepolisian biasanya ujungnya laporannya di SP3.

kemudian ketika suatu hari para korban kembali ke BPN untuk menanyakan warkahnya BPN menjawabnya Warkah belum ditemukan.

Indonesia sudah merdeka tetapi soal menguasai tanah masih menggunakan cara kolonial, dimana dalam banyak kasus ,

Aparat pemerintahan di bawah tidak dilibatkan langsung dalam pembebasan tanahnya sehingga terjadilah hal hal seperti ini :

– Tidak ditemukannya warkah ketika tanah dan rumah dijaminkan di perbankan dimana hanya kepolisian, kejaksaan dan pengadilan atau aparat hukum yang bisa melihat warkah dengan kondisi saat ini menjadi rawan

– Karena ternyata tanah yang di jamin BPN bisa bermasalah sehingga alangkah baiknya jika perbankan dan pemilik tanah serta pihak yang berkepentingan supaya dapat melihat warkah tanah yang dimaksud.

– Bisa luar biasa bahaya jika ternyata tanah tanah itu dikemudian hari ternyata bermasalah.

– Hal ini menjadi indikasi awal dimana aparat dan birokrat akan membongkarnya dengan tuntas.

Foto : Istimewa

” Pada kasus kasus tanah sesungguhnya sudah lebih banyak terangnya tinggal keinginan pemerintah untuk membongkarnya tuntas atau cuma menonton, saatnya membongkar tuntas”.tegas Agus

Sebagai bahan, kami sampaikan keterangan salah seorang anggota DPD, Dan kami melihat sungguh bahaya mafia tanah itu sehingga sudah sejak tahun lalu mencetuskan dan FKMTI juga mengusulkan lembaga untuk membersihkan mafia tanah ini

” Sehingga tepat sekali ketika
Presiden Jokowi sudah sangat jelas arahannya, ini penggelapan dan penipuan walau merugikan dan merusak tetapi menurut kami itu baru kejahatan oleh pelaku kriminal”.tutup Agus Muldya negoisator pembebasan sandera Abu Sayyaf.

21 Total View 1 Today View

Redaksi TerasBanten

INFORMASI BERIMBANG DAN AKURAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *