Terkuak, Tanah Milik The Kim Tin Berubah Bangunan Milik BSD City

Tangsel, terasbanten- Tanah seluas 2,7 hektar berubah menjadi perumahan elite milik pengembang raksasa PT.Sinarmasland Tbk adalah milik atas nama The Kim Tin yang tidak pernah dijual belikan bahkan dugaan tersebut diperkuat adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh Komnas HAM dengan nomor 0.714/R-PMT/VIII/2019 tertanggal 21 Agustus 2019 Perihal Aduan Sdr.Rusli Wahyudi.

Surat Komnas HAM menyebutkan adanya perampasan tanah dengan nomor girik C913 Persil No.36 dan 41 atas nama The Kim Tin kini Milik Rusli Wahyudi di Tangerang Selatan dan merupakan pembeli tanah sah The Kim Tin berdasarkan putusan pengadilan tinggi Bandung Nomor 396/pdt/1994/PT.BDG. tertanggal 5 Mei 1995.

Sutarman Wahyudi ( Putra dari Rusli Wahyudi.red) dalam keterangan pers kepada awak media kemarin (17/10/2019) menerangkan bahwa ayahnya tidak pernah menjual tanahnya, tapi giriknya hilang.

” Bahkan kemendagri, komisi ombudsman, juga komnas HAM meminta kepada pemkot tangsel membuatkan salinan girik C913 yang sah sehingga bisa ditingkatkan menjadi sertifikat”. jelas Sutarman.

Dirinya bahkan meyakini pihak kecamatan tidak memiliki catatan adanya transaksi jual beli girik milik ayahnya ( Rusli Wahyudi)

” Bukti cacatan tertulis jelas dalam putusan sidang Komite Informasi Publik (KIP) dan putusan sidang PTUN Provinsi Banten”.ungkapnya.

Diketahui lahan milik The Kim Tin yang saat ini sudah dimiliki oleh Rusli Wahyudi sudah berubah menjadi kawasan perumahan elite BSD City milik PT. Sinarmasland Tbk.

Kedatangan Sutarman Wahyudi didampingi pengurus forum komunikasi korban perampasan tanah Indonesia ke balai kota mendesak pemerintahan kota tangerang selatan dapat melegalisir salinan girik C 913 sah.

Sutarman Wahyudi kembali menegaskan hanya menuntut keadilan dan kejujuran dari seluruh komponen birokrat yang ada di pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

” Kami sudah mengadu ke kantor polisi dan polisi pun telah memeriksa pihak pemkot ( kecamatan dan kelurahan) kemudian polres menjawab bahwa kasus ini tidak ada tindak pidana.

Kedatangan kami ke pemkot adalah meminta pertanggungjawaban dari pihak kecamatan dan kelurahan yang sudah dilakukan oleh stafnya 26 tahun lalu akibat girik yang hilang, tetapi kami tidak menyalahkan pemkot saat ini kami tetapi mencari jalan terang dan solusi.

” Kami hanya meminta pemerintahan kota tangerang selatan berani membantu kami mengeluarkan girik pengganti dan dilegalisir sebab kami memiliki bukti banyak, hanya itu saja permintaan kami sebagai warga”. pungkas Sutarman Wahyudi menuntut hak administrasi.

Sebelumnya Asda 1 Bidang Pembangunan Rahmat Salam menerangkan kasus pak rusli wahyudi tentang girik tanah yang hilang sudah diketahui sayangnya pihak kecamatan belum mengetahui hilangnya bagaimana

” Kami pun baru hari ini mengetahui adanya surat dari pak Sutarman kepada walikota ,namun karena belum ada disposisi kami belum bisa tindaklanjuti” ucap Rahmat.

” Pemerintah kota tidak ada niat apapun untuk mengganjal persoalan warganya, saya berharap masalah ini bisa diselesaikan satu meja dicarikan solusinya agar tidak berlarut larut”. Katanya.

Saya pun pernah mewakili walikota saat dipanggil komnas HAM dan disana pun saya sudah menjawab bahwa jika ini suatu kebenaran harus diungkap kebenaran itu bersama sama lalu mengawal ke ranah hukum karena bagaimana pun Republik ini berdasarkan azas hukum

Saat ditanyakan motif hilangnya girik, Asda menegaskan jejak administrasi tidak boleh putus

” Hak warga negara secara hukum harus dikembalikan secara hukum, lalu bagaimana tanahnya bila sudah menjadi bangunan milik BSD, ya harus didudukan satu meja keduanya (BSD City dan Rusli Wahyudi.red) untuk mendapatkan solusinya”, timpal Rahmat.

Menurutnya lagi, harus dikembalikan dan di dudukan pihak keluarga Rusli Wahyudi dan BSD City dan jangan lagi di tutup tutupi.

Semuanya sudah masuk dalam ranah hukum sehingga dibutuhkan keberanian polres untuk memanggil pihak terkait atas kasus lahan tanah yang terjadi.

Pemkot hanya menunggu bola, saya pun tinggal menunggu operan bola saja dari pimpinan ( Walikota), Saya berharap masalah ini bisa cepat selesai, dan tetap mengutamakan kejujuran dan keadilan”. pungkas Rahmat Salam

Hal sama dijelaskan sekjend forum komunikasi korban perampasan tanah indonesia, Agus Muldya menegaskan bahwa urusan tanah dengan perusahaan yang sama ( SinarmasLand tbk) sangat rumit dan tidak bisa selesai berdasarkan pengalamannya, tetapi mengurus warga negara yang disandera oleh Abu Sayyap bisa saya selesaikan bahkan uang negara kembali”. tutup Agus.

Hingga berita ini dinaikan belum adanya keterangan dari sinarmasland tbk selaku pengembang BSD City. *Dz

46 Total View 2 Today View

TerasBanten

INFORMASI AKURAT DAN BERIMBANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *