Meski Dilarang Manusia Silver Di Tangsel Semakin Bertambah

Tangsel – Belasan ibu dan anak dibawah umur yang tergabung dalam komunitas manusia silver kerap meminta sumbangan dengan mengatas namakan yayasan yatim piatu semakin bertambah jumlahnya terutama pada sàat jam sibuk sekitar pukul 8.00 pagi hinga siang hari bertenpat di bunderan lampu merah Maruga kelurahan Serua Kecamatan Ciputat Kota Tangsrang Selatan.

hal ini menjadi pemandangan dan berbagai tanggapan negatif di mata masyarakat.  Terlebih adanya salah satu dari mereka wanita yang tengah hamil juga anak dibawah umur yang seharusnya tidak berada di lokasi tersebut pada saat jam sekolah berlangsung.

Ayu (27) wanita yang mengaku hamil hampir empat (4) bulan ini mengaku dirinya terpaksa menjadi manusia silver untuk membantu hidup dan ekonominya yang sebelumnya bekerja sebagai pencuci dan menyetrika pakaian di rumah tetangganya.

“Yah mas saya terpaksa bekerja mencari tambahan lumayan jika ada 100 ribu saya dapat makan dan upah sekitar 35 ribu rupiah,” terangnya, Selasa 05/11/19.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya baru bergabung di komunitas manusia silver sekitar satu bulan.

“Baru saya bergabung di komunitas  pada bulan kemarin, yah saya niatnya hanya membantu saja,” tandasnya.

Sementara kordinator manusia silver Heri (37) mengatakan kegiatan ini inisiatip komunitasnya bukan perintah dari yayasan yang bernama Al-Kamilah yang beralamat di Bojong Sari, Sawangan ,Depok Jawa Barat.

“Ini inisiatip saya sebagai Kordinator manusia silver , ada 7 hingga 8 orang wanita yang merupakan ibu ibu yang tadinya pembantu rumah tangga kalau yang gerombolan anak anak ituh bukan dari komunitas kami beda lagi mas boleh di cek , dan hasil  dari sumbangan kita bagi yaitu sisa dari upah juga makan kami baru kita setor, misalnya dapat 200 ribu maka 50 ribu buat upah dan makan,” paparnya.

Dia juga mengaku mendatangi  pihak yayasan Al-Kamilah dan namanya tercatat di yayasan dan hanya ingin membantu pihak yayasan dan sudah melakukan setoran tunai sebesar 750 ribu perbulannya.

“Kami menggunakan komunitas manusia silver dan sifatnya kami ingin berbagi kepada yayasan untuk membantu anak yatim, saya baru satu bulanan dan satu bulan ini juga tidak sampai satu hari, setoran pada bulan kemarin 750 ribu ini ada kwetansi penyetorannya,” terang Heri.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Wahyunoto Lukman saat dihubungi terkait semakin bertambahnya komunitas manusia Silver yang meminta sumbangan di lampu merah Maruga Tangsel menjelaskan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel tidak akan pernah memberi ijin kepada komunitas manusia silver yang beroprasi di wilayah Tangsel di titik manapun.

“Belum ada ijinnya dan kami tidak akan pernah memberi ijin untuk mencari sumbangan di jalan, untik ketertiban umum (tibum) kami akan berkordinasi dengan Satpol PP karna mereka manusia silver bukan bagian dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tapi merupakan oknum oknum masyarakat yang sudah mengganggu Ketentraman dan Ketertiban umum (tramtibum)
Maka harus ditertibkan oleh Satpol PP,” tegasnya. / hen

25 Total View 1 Today View

TerasBanten

INFORMASI AKURAT DAN BERIMBANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *