Tahun 2019 Polres Tangsel Berhasil Tuntaskan 1350 Kasus Terkecuali Kasus Rumini

Polres Tangerang Selatan Gelar Kaledoskop 2019, bertempat di Mapolres Tangsel Jalan Promoter BSD Serpong Tangsel, Selasa 31/01/19.

Kapolres Tangsel Akbp Ferdy Irawan mengatakan situasi Keamanan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan di tahun 2019 secara umum aman terkendali.

Menurutnya Indikator situasi aman kondusif meliputi. Jumlah kasus tindak pidana (Crime Total) mengalami penurunan dari 1,971 kasus pada 2018, menjadi 1,819 kasus pada tahun 2019, atau turun sebanyak 152 kasus (-8%) dan prosentase tingkat penyelesaian tindak pidana (Crime Clearence) mengalami Peningkatan dari 70 % , di tahun 2018 menjadi 74 % pada tahun 2019 , atau naik sebesar (4%) sementara Jumlah penyelesain kasus perkara ( CC) mengalami penurunan dari 1.375 kasus pada tahun 2018,
menjadi 1,350 kasus di tahun 2019, atau turun sebanyak 25 kasus (-2%)

Hingga Desember 2019. Secara umum capaian kurun waktu ada1819 dari laporan yg di terima lalu di bagi lagi dari beberapa kasus diantaranya ada penipuan penggelepan dan pencemaran nama baik juga Curanmor, kejahatan perempuan dan pada anak.

“Untuk tingkat kasus pembunuhan di tahun 2018 ada 2 perkara  2 kasus dapat dielesaikan (100% ), begitu juga di tahun 2019 dari 5 kasus perkara  5 kasus pembunuhan juga dapat diselesaikan (100%) artinya untuk tindak pidana pembunuhan sudah terungkap semua. Sementara untuk kasus penganiyaan berat dari
124 kasus perkara 103 kasus  dapat diselesaikan (83%) dan di tahun 2019 dari 85 kasus perkara 82 kasus dapat di selesaikan (96% ),” ungkap Ferdy.

Selanjutnya untuk  pencurian dan pemberatan ( Curat ) cukup banyak terjadi di Tangsel dari 164 kasus perkada 279 dapat diselesaikan (170% ) kenapa lebih tinggi karna ini akibat kasus dari tahun sebelumnya jadi angka pemyelesaiannya melebihi angka perkara , dan di tahun 2019 ada 136 kasus perkara  209 perkara selesai ( 154% )

Ferdy menambahkan untuk kasus pencurian dan kekerasan (Curas) atau kasus perampokan di tahun 2018 ada 29 kasus perkara, 57 kasus dapat di selesikan dari kasus tahun sebelumya (197%) dan di tahun 2019 ada 24 kasus peekara 33 kasus penyelesaian (138%). Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di tahun 2018 ada 374 kasus perkara 228 perkara dapat diselsaikan (61%) dan pada tahun 2019 ada 230 kasus perkara 149 kasus selesai (65%).

Untuk kasus pemerkosaan perempuan dan anak pada tahun 2018 ada 172 kasus dan 58 kasus dapat di selesaikan (34%) pada tahun 2019 ada 199 kasus perkara dan 75 kasus dapat di selesaikan (38%). Jumlah kasus menonjol di tahun 2018 ada 865 jumlah kasus menonjol dan 727 kasus di selesaikan  84% sementara di tahun 2019 ada 679 kasus perkara turun dari tahun sebelumnya 553 kasus dituntaskan (81%).

“Untuk kriminal khusus (krimsus) Ada beberapa kasus yang kita lakukan terkait pengungkapan pungli, setelah dilakukan proses kita serahkan pada Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk dilakukan  pembinaan atas kasus pungli tersebut antara lain pungli parkir dan  pungli KIR. Setelah kita amankan karna ada laporan dari masyarakat maka Kita Lakukan Proses Pembinaan secara internal dan Kita serahkan pada masing masing APIP Pemkot  Tangsel,” paparnya.

Berikutnya terkait kasus Rumini Polres Tangsel akan melakukan pemeriksaan kembali dan akan melakukan klarifikasi pada wali murid.

“Jadi nanti rencanaya kita akan liat apakah dana yang dikumpulkan itu  merupakan suatu dana yang memang sudah disampaikan pada wali murid ketika memang ada pungutan peruntukan sekolah tetapi nanti jika fakta itu dimanfaatkan untuk pribadi disitulah unsur pidananya. Ini yang mungkin saya minta percepatan pada reskrim untuk disimpulkan saja, kalau memang ada bagian dari uang tersebut yang di pungut yang katanya berdasarkan kesepakatan wali murid ternyata uang tersebut tidak di manfaatkan untuk kepentingan sekolah yang tidak di sepakati maka disitu unsur pidananya,” tukasnya.

Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Tangsel Akp Muharam Wibisono menjelaskan dari 3 kasus yang menonjol terkait kasus Rumini Reskrim Polres Tangsel  selama ini telah melakukan klrifikasi dan pendalaman dari saksi maupun pelapor juga pihak terkait.

“Kendalanya  harus memastikan kembali tindak pidana dalam kasus ini sehingga yang kita dapat klarifikasi keterangannya dan memang itu belum mengarah,  sehingga mengapa ini membutuhkan waktu yg cukup panjang karna kami juga memanggil saksi-saksi tersebut, berdasarkan proses yaitu kita kembali lagi memanggil wali murid kemudian memastikan berdasarkan keterangan dari wali murid apakah unsurnya masuk kedalam tindak pidana yang terjadi,” pungkasnya./ h3n

21 Total View 1 Today View

TerasBanten

INFORMASI AKURAT DAN BERIMBANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *