
TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang optimal. Senin (20/04/2024).
Kepala Bapenda Kota Tangsel, Eki Herdiana menegaskan bahwa penguatan Zona Integritas menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi, dengan target melanjutkan capaian dari Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Zona Integritas ini menjadi acuan kita dalam membangun sistem kerja yang bersih dan melayani. Setelah WBK, target kita adalah WBBM, dan itu harus dilakukan secara bertahap dan konsisten,” ujar Eki. Di ruang rapat Bapenda Tangsel lantai 7 Cilenggang Serpong Tangsel.
Ia menjelaskan, pembangunan ZI mengacu pada regulasi terbaru, yakni PermenPANRB (Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Nomor 90 Tahun 2021 yang telah diperbarui melalui PermenPANRB Nomor 52 Tahun 2024 tentang pembangunan dan evaluasi Zona Integritas.
Dalam proses penilaian, terdapat dua komponen utama, yakni aspek pengungkit sebesar 60 persen dan hasil 40 persen. Aspek pengungkit mencakup enam area perubahan yang menjadi fokus utama reformasi internal.
“Enam area perubahan itu meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, manajemen SDM, akuntabilitas kinerja, pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Di sini kita harus menunjukkan perubahan nyata dari kondisi sebelumnya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, aspek hasil dinilai dari dampak yang dirasakan masyarakat, seperti indeks persepsi anti korupsi, kualitas pelayanan publik, dan capaian kinerja organisasi.
“Hasil ini yang dinilai langsung oleh masyarakat. Jadi, pelayanan yang kita lakukan harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.
Eki menambahkan, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak lepas dari sejumlah faktor kunci, di antaranya komitmen pimpinan, pembaruan sistem internal, inovasi pelayanan, kehadiran di tengah masyarakat, serta konsistensi dalam menjalankan program.
“Komitmen pimpinan itu penting, kemudian kita lakukan pembaruan sistem, misalnya menghadirkan sistem antrean yang lebih baik, ruang tunggu yang nyaman, hingga fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, Bapenda Tangsel juga terus menghadirkan inovasi berbasis digital, salah satunya melalui penerapan QRIS Tap atau CRISSTap untuk mempermudah transaksi masyarakat. “Digitalisasi ini bagian dari upaya kita meningkatkan pelayanan. CRISSTap lebih cepat dan efisien, sehingga memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bapenda juga aktif melakukan jemput bola pelayanan melalui berbagai program seperti layanan di pusat perbelanjaan dan kegiatan publik lainnya.
“Kita juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan pelayanan. Ini bagian dari inovasi agar pelayanan lebih dekat dan mudah diakses,” tambahnya.
Atas berbagai upaya tersebut, Bapenda Tangsel berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk juara pertama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah Jawa-Bali. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan,” katanya.
Ke depan, Eki menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga konsistensi dalam membangun Zona Integritas guna mencapai target WBBM. “Yang paling penting adalah konsistensi. Kalau tidak konsisten, semua yang sudah dibangun bisa kembali ke awal. Jadi kita harus terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan,” tandasnya. /h3n.

