Pagelaran Kokurikuler SMPN 8 Tangsel Tampilkan Kreativitas, Wirausaha, dan Prestasi Siswa

TERASBANTEN.ID ,TANGSEL – SMP Negeri 8 Kota Tangerang Selatan menggelar Pagelaran Kokurikuler Pentas Karya Siswa sebagai penutup rangkaian kegiatan kokurikuler yang berlangsung sejak 24 hingga 28 November. Kegiatan ini menampilkan beragam karya seni, penampilan budaya, musik, serta pameran wirausaha siswa dari seluruh jenjang kelas 7, 8, dan 9. Jumat 28 November 2025.
Kepala SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Muslih, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler merupakan bagian penting dari pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, kompetensi, dan karakter siswa.
“Kegiatan ini adalah wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, life skill, dan karakter. Mereka harus memiliki bekal untuk masa depan, agar mampu mandiri dan tidak bergantung pada orang lain,” jelasnya.
Muslih menerangkan, siswa kelas 7 menampilkan karya-karya seni, kelas 8 menghadirkan produk pembelajaran dari berbagai mata pelajaran, dan kelas 9 menampilkan praktik wirausaha melalui 22 stan yang mereka kelola secara mandiri.
“Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi praktik langsung mulai dari perencanaan, produksi, hingga strategi penjualan. Ini pengalaman nyata bagi mereka dalam mengenal dunia wirausaha sejak dini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muslih juga mengapresiasi prestasi dua siswi SMPN 8 yang sukses meraih gelar pada ajang Duta Batik dan Indonesia’s Girl 2025 tingkat nasional. Aliya Putri Sugito, peraih Juara 1, dinobatkan sebagai Duta Batik Indonesia Intelligentsia 2025, sementara Kirana Maheswari Bharoto meraih Juara 2 tingkat nasional.
“Sekolah memberikan dukungan administratif, sarana-prasarana, hingga pendampingan guru. Ini komitmen kami untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa berprestasi,” ujar Muslih.
Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dedi, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kokurikuler yang dinilai mampu mengoptimalkan potensi siswa.
“Kami melihat karya dan penampilan anak-anak SMPN 8 sangat luar biasa. Ini membuktikan keberhasilan sekolah dalam mendorong kreativitas dan kompetensi peserta didik,” ucapnya.
Dedi juga menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa, khususnya terkait isu perundungan (bullying) yang saat ini banyak menjadi perhatian publik. “Kami berharap SMPN 8 dapat menjadi role model dalam pencegahan dan penanganan bullying. RCDM dan TPPK di sekolah ini kami nilai sangat aktif dengan dukungan penuh dari jajaran sekolah,” ujar Dedi.
Ia mengingatkan siswa agar lebih bijak menggunakan media sosial dan segera melapor kepada guru atau kepala sekolah jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan.
“Jangan membahas kasus bullying di media sosial, karena dampaknya bisa lebih luas. Sampaikan secara langsung agar dapat ditangani dengan tepat,” pesannya.
Pagelaran kokurikuler yang digelar di halaman sekolah berlangsung meriah, menghadirkan berbagai penampilan budaya Indonesia, musik, seni, dan pameran karya siswa. Antusiasme terlihat dari para siswa, orang tua, dan guru yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kreativitas peserta didik.
Dengan kegiatan ini, SMPN 8 Tangsel berharap dapat terus melahirkan generasi yang kreatif, kolaboratif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045./h3n.


