TANGSEL

Tangsel Kota Layak Anak, Benyamin: Pemgawasan Dimulai dari Rumah

TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Predikat Kota Layak Anak kembali diraih Kota Tangerang Selatan di tahun 2025. Namun bagi Wali Kota Benyamin Davnie, pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar: memastikan anak-anak Tangsel benar-benar tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih.

“Alhamdulillah, Tangsel kembali mendapat predikat Kota Layak Anak. Tapi ini bukan hanya soal penghargaan. Ini adalah mandat besar yang harus kita jalankan bersama,” ujar Benyamin dalam keterangannya usai peringatan Hari Anak Nasional ke-41, Rabu (23/7/2025).

Pemkot Tangsel kini memperluas fokusnya. Bukan hanya pada pembangunan fisik seperti ruang ramah anak, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan—tetapi juga pada penguatan sistem pengawasan anak berbasis keluarga dan masyarakat.

“Pengawasan anak harus dimulai dari rumah. Orang tua punya peran besar menjaga anak dari pengaruh negatif, terutama dari teknologi dan komunikasi digital,” tegas Benyamin.

Benyamin tak menutup mata terhadap banyaknya kasus yang melibatkan anak akibat penyalahgunaan media sosial atau kurangnya perhatian orang tua. Ia bahkan menyebut peran keluarga sebagai kunci utama dalam menyaring pengaruh buruk zaman.

“Kalau ada anak mulai kecanduan HP, atau jadi korban kekerasan, jangan diam. Silakan lapor ke kami. Ada P2TP2A yang siap menindaklanjuti,” tambahnya.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangsel disebut telah memiliki instrumen yang cukup mumpuni. Namun, menurut Wali Kota, butuh dukungan aktif masyarakat agar kasus-kasus bisa ditangani sejak dini.

“Mulai dari RT, Babinsa, Lurah, hingga aparat penegak hukum. Semua harus jadi bagian dari sistem perlindungan anak. Kita tidak bisa menunggu sampai anak jadi korban baru bergerak,” ujar Benyamin.

Baru-baru ini, lanjutnya, ada kasus seorang anak mendapat perlakuan tidak layak dari ibu angkatnya. Berkat laporan cepat dari warga dan kolaborasi lintas dinas, kasus tersebut bisa langsung ditangani oleh P2TP2A dan aparat terkait.

Komitmen perlindungan anak juga dilakukan secara konkret melalui sinergi dengan kepolisian dan kejaksaan. Wali Kota Benyamin mengaku telah sepakat dengan Kapolres Tangsel untuk melakukan patroli sosial secara rutin dan membuka dialog langsung dengan masyarakat.

“Kita ingin membangun keakraban, menghapus sekat antara warga dan aparat. Supaya semua masalah bisa terungkap dan terselesaikan sejak awal,” jelasnya.

Benyamin juga mengimbau anak-anak agar lebih berhati-hati dalam menggunakan gadget dan tidak bermain ponsel di luar rumah untuk mencegah kejahatan seperti penjambretan yang kerap menyasar remaja.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh media sosial, Wali Kota berharap anak-anak Tangsel tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia, cinta lingkungan, dan mampu beradaptasi dengan zaman.

“Tugas kita bukan hanya membentuk anak hebat, tapi juga menciptakan lingkungan hebat untuk anak. Ini adalah kerja bersama menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. H3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button