Pilar Dorong Betonisasi Jalan Utama Gunakan K350 Berlapis Aspal di Tangsel

TERASBANTEN.ID, TANGSEL – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mendorong percepatan pembangunan jalan-jalan utama di wilayah Tangsel dengan sistem betonisasi berlapis aspal. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung proyek pembangunan jalan di kawasan Griya Loka, BSD, Serpong. Jumat (25/7/2025).
Pilar menegaskan bahwa pola pembangunan jalan ke depan harus mengedepankan daya tahan terhadap beban kendaraan besar. Untuk itu, pemerintah mulai menerapkan konstruksi beton mutu K350 dengan ketebalan 25 cm, yang kemudian di-layering dengan aspal untuk meningkatkan kekuatan dan kenyamanan permukaan jalan.
“Kita ubah pola pembangunan jalan utama. Basisnya pakai beton K350, lalu di atasnya kita layering lagi dengan aspal. Ini supaya jalan bisa lebih sustain, kuat terhadap beban kendaraan berat,” ujar Pilar kepada wartawan.

Pembangunan jalan di Griya Loka ini merupakan bagian dari proyek peningkatan infrastruktur jalan yang dikerjakan sejak April lalu, dengan panjang 4,2 kilometer dan target rampung pada September 2025.
“Beberapa titik yang rawan kita betonisasikan penuh. Malam ini pengecoran akan dilanjut, dan setelah tiga sampai empat hari akan langsung kita geser ke sisi jalan berikutnya. Kita percepat dengan sistem fast track,” jelas Pilar.
Ia juga menyampaikan bahwa proyek ini menggunakan anggaran murni sekitar Rp12 miliar, bukan dana pemeliharaan, karena masuk kategori pembangunan menyeluruh. Selain betonisasi dan pengaspalan, pekerjaan juga mencakup penggantian kanstin di sisi jalan.
Kabid Bina Marga SDABMBK Kota Tangsel, Ahmad Fatullah, menjelaskan bahwa pembangunan jalan di kawasan Griya Loka dilakukan secara menyeluruh, menyasar ruas yang mengalami kerusakan struktural. Ia menegaskan, penggunaan beton mutu tinggi K350 merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas jalan, terutama di kawasan padat kendaraan seperti BSD.
“Penggunaan beton K350 kami terapkan untuk memberikan daya tahan tinggi terhadap beban kendaraan berat, serta meminimalkan risiko kerusakan dini. Beton ini sangat cocok untuk jalan-jalan lingkungan dengan lalu lintas padat seperti di kawasan Griya Loka,” kata Fatullah.
Ia juga menyebut bahwa proyek di Griya Loka merupakan bagian dari 50 paket kegiatan peningkatan jalan yang tersebar di seluruh kecamatan di Tangsel. Proyek ini dilaksanakan secara bertahap dengan total panjang pekerjaan sekitar 30 kilometer, menggunakan total anggaran mencapai Rp80 miliar pada tahun 2025.
“Sebagian besar paket pekerjaan berupa pengaspalan, tapi untuk titik-titik yang dianggap kritis dari sisi struktur tanah dan beban kendaraan, kami lakukan pembetonan. Model layering—beton di bawah, aspal di atas—terbukti lebih kuat dan tahan lama,” jelasnya.
Untuk menjamin kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan, pihaknya menerapkan sistem pengadaan e-katalog dan pengawasan progres secara berkala. Fatullah menyebut, setiap bulan dilakukan evaluasi teknis bersama penyedia jasa. Jika ditemukan keterlambatan, maka akan diberikan surat teguran dan sanksi sesuai ketentuan kontrak.
“Untuk proyek ini dikerjakan oleh PT Gali Santigi. Kita terus pantau agar pekerjaan selesai tepat waktu. Kalau melampaui batas kontrak, tentu ada sanksi berupa denda. Komitmen kita adalah menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, tepat waktu, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Fatullah.
Pemkot Tangsel berharap pembangunan jalan ini bisa memberikan kenyamanan, memperlancar akses warga, dan menjadi contoh kualitas infrastruktur perkotaan yang kokoh dan berkelanjutan di Tangerang Selatan. /h3n



