BANTEN

Menuju Nol Kasus Kota Serang Gaspol Terapkan Langkah Strategis Tingkatkan Layanan MBG

Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID  – Kota Serang, Banten, bergerak cepat menyempurnakan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan strategi komprehensif demi mencapai target nol kasus keracunan pangan dalam program nasional tersebut. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Pangan yang dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Serang menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas penyediaan pangan bergizi untuk anak-anak Indonesia.Senin 20 Oktober 2025.

Bimtek yang digelar pada 18–19 Oktober 2025 di Hotel Marbella Anyer ini diikuti oleh 1.000 petugas dan relawan dari SPPG Kota Serang. Mereka mendapatkan pelatihan intensif terkait prinsip higienitas, keamanan pangan, dan pengelolaan makanan bergizi dari para ahli lintas sektor.

Koordinator Wilayah Kota Serang, Nuni Pratiwi, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kota Serang telah siap menjalankan langkah-langkah strategis secara menyeluruh yang mencakup peningkatan kapasitas tenaga pelaksana, perbaikan sistem, serta penguatan tata kelola layanan.

“Kami memastikan kehadiran chef profesional di dapur-dapur layanan sebagai pendamping teknis, meningkatkan jumlah tenaga gizi untuk memperkuat edukasi dan pendampingan, serta memperketat pengawasan keamanan makanan melalui uji cepat berkala,” ungkap Nuni.

Ia menambahkan bahwa setiap dapur kini diwajibkan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, sementara akses pembelajaran daring melalui platform Plataran Sehat Kemenkes dibuka secara luas untuk mendukung pembaruan pengetahuan para pelaksana.

“Kepatuhan terhadap SOP kini ditegakkan sebagai standar wajib. Kami juga mulai melaksanakan audit mutu secara berkala dan melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan. Semua dilakukan agar pelayanan tidak hanya aman, tetapi juga partisipatif dan transparan,” lanjutnya.

Pelatihan yang diberikan juga mengedepankan pendekatan berbasis studi kasus, sehingga para penjamah pangan dibekali dengan keterampilan untuk merespons dinamika di lapangan secara cepat dan tepat. Untuk menunjang pengawasan, sistem pelaporan digital yang transparan dan real-time tengah dikembangkan sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas.

Acara bimtek ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai instansi seperti BPOM, Dinas Kesehatan, DPC PERSAGI Kota Serang, serta perwakilan sektor pendidikan dan lingkungan. Seluruh materi dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya keamanan pangan dalam mewujudkan generasi sehat.

Sementara itu, Dr. Nurjaeni, Ph.D., Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Kerja BGN 2025 dan diselenggarakan serentak di 34 kabupaten/kota di enam provinsi, dengan total peserta mencapai 30.000 orang.

“Menjadi penjamah makanan bukan sekadar peran teknis. Ini adalah bentuk ibadah sosial, karena dari dapur-dapur inilah kita menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan terbentuk jaringan penjamah pangan yang andal, beretika, dan memiliki dedikasi tinggi. Kota Serang kini berdiri di garis depan, siap menjadi daerah percontohan dalam pelaksanaan MBG yang aman, sehat, dan berkelanjutan./rls/H3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button