
TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mempercepat penanganan infrastruktur pengendali banjir di 17 titik yang tersebar di tujuh kecamatan. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau sejumlah lokasi pekerjaan, yakni Pasar Ceger, Taman Mangu Indah dan Pondok Safari. Kamis (8/10/2026)
Pilar mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan yang telah dilakukan sekitar tahun lalu. Setelah permasalahan di lapangan diidentifikasi, Pemkot Tangsel menyusun perencanaan pada 2025 dan mulai merealisasikan pekerjaan pada 2026.
“Permasalahannya sudah diidentifikasi, lalu kita bikin perencanaan di 2025, lalu pelaksanaan di 2026,” ujar Pilar.
Menurut Pilar, pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan turap beton untuk menggantikan turap batu kali, pemasangan pompa, long storage, serta rekondisi jalan beton. Progres pekerjaan disebut berjalan sesuai perencanaan, dengan pekerjaan di Pondok Safari telah mencapai 100 persen dan Taman Mangu Indah sekitar 90 persen.
“Pekerjaan yang di Pondok Safari ini juga sudah selesai 100 persen. Tinggal yang di Taman Mangu Indah itu mungkin sudah 90 persen. Katanya malam ini mau ada pengecoran, seharusnya sudah selesai semua,” katanya.
Pilar menargetkan seluruh pekerjaan yang sedang berjalan dapat diselesaikan pada November 2026, meskipun secara kontrak penyelesaian pekerjaan ditargetkan hingga akhir tahun. Khusus Pasar Ceger, pada tahun ini terdapat dua unit pompa yang dipasang untuk menangani aliran air di kawasan pasar dan permukiman di belakangnya.
“Di tahun ini ada dua di Pasar Ceger. Ini untuk menangani air yang ada di lingkungan Pasar Ceger dan di belakangnya, ada perumahan sekitar 22 rumah,” jelasnya.
Sementara itu, untuk Taman Mangu Indah, pekerjaan saat ini masih difokuskan pada penyelesaian turap. Pilar mengatakan, penambahan pompa di bagian depan akan dipertimbangkan dan dianggarkan pada tahap berikutnya, mengingat di bagian belakang kawasan tersebut telah terdapat sejumlah pompa.
“Ke depan bila dimungkinkan kita akan tambahkan pompa untuk yang bagian depan. Karena di bagian belakang sudah ada belasan pompa. Mungkin di bagian depan nanti kita anggarkan lagi untuk penambahan pompa,” ujarnya.
Pilar juga meminta jajaran kewilayahan, khususnya lurah dan camat, bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan kali. Sampah yang terbawa aliran air dinilai dapat menghambat aliran ketika musim penghujan, sehingga pembangunan turap perlu diikuti dengan normalisasi dan pembersihan saluran.
“Walaupun turapnya sudah kita naikkan, tapi yang lebih baik adalah normalisasi kondisi kalinya supaya bersih lagi,” tegas Pilar.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel Robbi Cahyadi mengatakan, pihaknya terus memantau progres pekerjaan di seluruh lokasi. Dari sekitar 17 titik penanganan pada 2026, seluruhnya masih dalam proses pengerjaan dengan target penyelesaian yang berbeda-beda sesuai kondisi dan lingkup pekerjaan.
“Kurang lebih 17 titik, 17 lokasi 2026. Semua on progress, berjalan seperti ini kurang lebih. Targetnya memang berbeda-beda,” kata Robbi.
Robbi menyebut sejumlah pekerjaan berada di wilayah Pondok Aren dan Pamulang. Pihaknya menargetkan pekerjaan yang menjadi bagian dari program utama dapat diselesaikan pada November, sementara pekerjaan yang mendapat penambahan melalui APBD Perubahan 2026 akan menyesuaikan dengan tambahan pekerjaan tersebut./h3n.

