TANGSEL

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siswa Tangsel Jalani PJJ

Jurnalis :Suhendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGSEL –  Erupsi Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level III (Siaga) turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik dan kondisi lingkungan, sejumlah siswa di Tangsel melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Senin 7/9/2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menegaskan kebijakan PJJ diterapkan sebagai langkah kehati-hatian dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan situasi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Ya, mulai hari ini siswa-siswi di Tangsel melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini merupakan langkah antisipasi kita terhadap kondisi yang berkembang akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kami ingin memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, namun keselamatan dan kesehatan siswa serta para guru juga menjadi perhatian utama,” ujar Deden.

Deden mengatakan, pelaksanaan PJJ akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi di lapangan. Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan satuan pendidikan untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik selama kebijakan tersebut diterapkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Tangsel, Eka Andreas, mengatakan informasi pelaksanaan PJJ telah disampaikan kepada sekolah sejak malam sebelumnya.

“Dari semalam sudah disebarkan. Untuk hari ini pelaksanaannya,” ujar Eka.

Menurutnya, pelaksanaan PJJ untuk sementara diberlakukan selama satu hari. Namun, Dinas Pendidikan akan terus memantau perkembangan situasi untuk menentukan apakah kebijakan tersebut perlu diperpanjang atau kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara normal.

“Batas waktunya yang sudah diedarkan itu hari ini saja. Tapi sambil melihat situasi,” jelasnya.

Eka menambahkan, apabila kondisi sudah memungkinkan dan situasi lingkungan kembali normal, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan pada hari berikutnya.

“Kalau memang memungkinkan besok sudah normal dan cuacanya baik, mungkin besok pembelajaran seperti biasa,” katanya.

Dinas Pendidikan Tangsel menegaskan bahwa keputusan terkait pelaksanaan pembelajaran akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi. Jika situasi kembali tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, kebijakan PJJ dapat kembali diperpanjang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik./h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button