Siswa Beprestasi Kandas Masuk SMAN 9 Tangsel, Sekolah Berdalih Punya Standar

TANGSEL, TERASBANTEN.ID,- Seorang siswi berprestasi gagal lolos masuk ke SMAN 9 Kota Tangsel, LR (15) satu diantara siswi berprestasi yang bercita-cita ingin masuk di salah satu sekolah negeri yang diimpikannya namun kandas hanya karena jarak zonasi dari rumah ke sekolah.
Ketidaklolosan LR di jalur zonasi bukan tanpa alasan. karena diawal ia mendaftar melalui jalur zonasi berdasarkan informasi dari sekolah, bahwa pendaftaran tidak bisa melalui jalur prestasi.
“Setelah mendapat informasi itu, saya sudah minder duluan, akhirnya saya masuk melalui jalur zonaisi dan tidak lolos,” ujar ayah LR, saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya di kawasan Ciputat, Kota Tangsel, Jumat 28/07/2023.
Menurutnya, ia justru menemukan seorang anak yang rumahnya lebih jauh ke sekolah ketimbang dari rumahnya justru lolos.
Dengan wajah penuh duka Ia menjelaskan, kini anaknya terus murung di kamar mendengar tidak bisa masuk ke SMAN 9 Kota Tangsel. Ia mengakui mental anaknya drop ketika mengetahui kabar tidak lolos ke sekolah idamannya itu.
“Sekarang anak saya hanya berdiam diri di kamarnya, dia belum mau sekolah sekarang, karena dia pingin sekali masuk ke SMAN itu,” ungkapnya dengan nada berat dan mata berbinar.
Dia juga menceritakan bahwa putri kesayangannya itu merupakan siswi berprestasi, terutama di bidang kepramukaan. Sederat sertifikat penghargaan telah ia dapatkan selama menekuni kegiatan kepramukaan, diantaranya sertifikat juara bergilir, juara 1 LKBBT putri dan sertifikat Juara 1 Pionering putri. Ia juga telah mengemas tujuh piala karena berhasil mempertahankan ranking sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Tsanawiyah.
Sementara saat dikonfirnasi sejumlah wartawan, Wakil Kepala SMAN 9 Kota Tangsel Hendro mengatakan, sekolah memiliki standar dalam menilai anak berprestasi yang bisa masuk di SMAN 9 Kota Tangsel. Menurutnya, tidak semua prestasi dapat dijadikan modal masuk melalui jalur prestasi non akademik di SMAN 9 Kota Tangsel.
Hendro menegaskan, pihaknya hanya menerima prestasi yang perlombaannya diselenggarakan lembaga pemerintahan, seperti diselenggarakan Kementerian, Dinas Pendidikan, Dinas Olahraga, KONI dan lainnya. Sementara prestasi yang diraih Lila yang ia ketahui seluruh penghargaannya hanya dari sekolah.
“Itu kan sudah ada petunjuk teknis PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru-red), bahwa prestasi non akademik itu adalah juara tingkat Kota yang diadakan Dindik Tangsel, Dinas Olahraga atau Kemenag, atau juga KONI pada bidang olahraga. Boleh dicek deh, aturannya,” ujar Hendro.
Hendro pun membantah pihaknya mengakomodir siswa yang rumahnya jauh dari sekolah, sementara Lila yang masuk melalui jalur zonasi yang rumahnya lebih dekat dari sekolah tidak diloloskan. Menurutnya semua pelaksanaan PPDB sudah dilakukan melalui sistem online dan verifikasi langsung. “Bisa dicek, zonasi PPDB kita,” tukasnya.
Hendro menambahkan, pihaknya tidak bisa mengakomodir seluruh siswa yang mendaftar, sebab saat PPDB dibuka ada 750 siswa yang mendaftar. “Sementara kami hanya menerima separuhnya. Jadi kami tidak bisa menggunakan perasaan,” pungkas Hendro. /H3n.



