TANGSEL

Investasi Tangsel 2024 Tembus Rp 8,48 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Naik Drastis

TERASBANTEN.ID, TANGSEL ,- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Selatan mengumumkan capaian realisasi investasi tahun 2024 yang mencapai Rp 8,48 triliun, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan, yakni Rp 7,4 triliun, dengan tingkat pencapaian 114,6%. Jumat 14 Februari 2024.

Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Selatan, Maulana Prayoga Utama Putra, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha.

“Realisasi investasi tahun 2024 menunjukkan bahwa Kota Tangerang Selatan semakin diminati investor. Dengan capaian Rp 8,48 triliun, bukan hanya target yang terlampaui, tetapi juga menegaskan posisi Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah dengan iklim investasi yang kondusif,” ujar Yoga. Jumat (14/02/25).

Penyerapan Tenaga Kerja 2021-2024: Tren Positif di Tahun 2024

Selain peningkatan investasi, serapan tenaga kerja juga menunjukkan tren yang membaik.

Tahun Tenaga Kerja Terserap
2021 13.311 orang
2022 4.987 orang
2023 14.218 orang
2024 19.368 orang

Menurut Yoga, lonjakan jumlah tenaga kerja yang terserap pada tahun 2024 menjadi bukti bahwa investasi yang masuk ke Tangerang Selatan tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami melihat bahwa setiap peningkatan investasi berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja. Tahun ini, lebih dari 19.000 tenaga kerja terserap, baik dari investasi dalam negeri maupun asing. Hal ini mencerminkan bahwa Tangerang Selatan bukan hanya kota yang menarik untuk berinvestasi, tetapi juga tempat yang menyediakan banyak peluang kerja,” ujar Yoga.

Secara rinci, penyerapan tenaga kerja pada tahun 2024 terdiri dari TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 13.957 orang dan TKA (Tenaga Kerja Asing) sebanyak 59 orang.

“Kami terus memastikan bahwa investasi yang masuk harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, kami mendorong investor untuk lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal,” tambahnya.

Lima Negara Terbesar Penyumbang Investasi

Investasi terbesar di Kota Tangerang Selatan masih didominasi oleh negara-negara berikut, Singapura – Rp 275,67 miliar (46%), Australia – Rp 142,51 miliar (24%), Tiongkok – Rp 73,39 miliar (12%), Jepang – Rp 62,40 miliar (10%), Inggris – Rp 50,88 miliar (8%)

Yoga juga menegaskan bahwa dominasi investasi asing, terutama dari Singapura dan Australia, menjadi bukti bahwa Tangerang Selatan semakin diperhitungkan dalam peta investasi global.

“Singapura tetap menjadi investor terbesar di Tangerang Selatan. Namun, kami juga melihat peningkatan dari Australia dan Tiongkok. Ke depan, kami akan terus mempromosikan kota ini sebagai tujuan investasi strategis bagi negara-negara lainnya,” ungkapnya.

Realisasi Investasi Berdasarkan Lokasi

Berdasarkan lokasi, realisasi investasi terbesar berada di: Pondok Aren – 29,7% pendapatan, 27,3% serapan tenaga kerja, Serpong – 24,8% pendapatan, 6,2% serapan tenaga kerja. Serpong Utara – 9,0% pendapatan, 28,7% serapan tenaga kerjaSetu – 7,4% pendapatan, 18,9% serapan tenaga kerja, Ciputat Timur – 5,5% pendapatan, 4,4% serapan tenaga kerja, Pamulang – 3,6% pendapatan, 2,4% serapan tenaga kerja, Ciputat – 1,2% pendapatan, 2,8% serapan tenaga kerja

Menurut Yoga, Pondok Aren dan Serpong masih menjadi primadona bagi investor, sedangkan Serpong Utara mencatat serapan tenaga kerja tertinggi.

“Kami melihat bahwa kawasan Pondok Aren dan Serpong masih menjadi magnet utama bagi investor. Namun, Serpong Utara menunjukkan daya tarik dalam hal serapan tenaga kerja yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan adanya distribusi investasi yang lebih merata,” jelasnya.

Sektor Investasi Terbesar 2024

Sektor dengan kontribusi terbesar dalam realisasi investasi tahun 2024 adalah:
Jasa Lainnya – Rp 2,52 triliun, Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi – Rp 2,04 triliun, Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran – Rp 1,46 triliun, Perdagangan dan Reparasi – Rp 1,06 triliun, Hotel dan Restoran – Rp 516,4 miliar

Yoga menekankan bahwa sektor jasa, transportasi, dan properti tetap menjadi unggulan, mengingat pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan yang berbasis perkotaan dan infrastruktur.

“Kami melihat bahwa sektor jasa dan properti tetap menjadi favorit para investor. Ini menunjukkan bahwa Tangerang Selatan masih menjadi pusat pertumbuhan bagi sektor bisnis dan perumahan,” tambahnya.

Meski capaian investasi tahun ini melampaui target, Yoga Prayoga menyatakan bahwa masih ada tantangan yang perlu dihadapi, terutama dalam hal perizinan dan infrastruktur pendukung.

“Kami berkomitmen untuk terus mempercepat proses perizinan agar investasi dapat lebih cepat terealisasi. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan infrastruktur di Tangerang Selatan semakin siap dalam menyambut investasi baru,” jelasnya.

Ke depan, DPMPTSP akan terus mengoptimalkan promosi investasi dan memberikan kemudahan bagi investor melalui layanan berbasis digital.

“Kami akan terus membuka pintu bagi investor, baik dalam maupun luar negeri, dengan memberikan pelayanan yang cepat dan transparan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimis Tangerang Selatan akan menjadi pusat investasi yang semakin maju di tahun-tahun mendatang,” tutup Yoga Prayoga./ H3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button