Pasokan Batu Seret 90 Persen, Pedagang di Tangsel Kelimpungan Cari Suplai!

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Penutupan sejumlah tambang batu di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mulai menimbulkan efek domino terhadap ketersediaan material bangunan di kawasan Jabodetabek, termasuk Kota Tangerang Selatan. Para pedagang material kini mengaku kesulitan mendapatkan pasokan batu untuk kebutuhan konstruksi.
Rifai, salah satu pemilik toko material di kawasan Serpong, mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan sudah terjadi lebih dari sebulan terakhir. “Sejak kebijakan menutup tambang-tambang di Parung Panjang, barang mulai susah. Udah sebulan lebih begini,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Menurut Rifai, pasokan yang biasanya lancar kini tersendat hingga 90 persen. Para pedagang terpaksa mencari batu dari daerah lain seperti Banten dan Cilegon, meski pengirimannya juga terkendala aturan pembatasan jam malam.
“Kalau dari Cilegon sekarang dibatasi jam malam. Jadi kirimnya nggak bisa leluasa kayak dulu,” jelasnya.
Kelangkaan batu jenis batu belah, batu koral, dan batu split membuat harga melonjak tajam. Dari harga normal Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per truk, kini naik menjadi Rp3,5 juta per truk.
“Harganya sekarang bisa dua kali lipat. Barang ada pun rebutan. Kalau dulu sehari bisa datang, sekarang dua minggu juga belum tentu,” keluh Rifai.
Ia berharap pemerintah segera membuka kembali aktivitas tambang di wilayah Bogor agar pasokan material kembali stabil. “Setahu saya ada sekitar 25 tambang yang ditutup. Ya ngaruh banget ke material di Jabodetabek,” ujarnya.
Kelangkaan material batu ini juga dikhawatirkan berdampak terhadap kelancaran berbagai proyek pembangunan, baik swasta maupun pemerintah daerah. Beberapa pekerja proyek bahkan terpaksa menunda pekerjaan karena stok bahan dasar untuk pengecoran dan pondasi makin menipis./h3n



