TANGSEL

Mendagri Tito Minta Karang Taruna Bangkit dan Ambil Peran Strategis

TERASBANTEN.ID, JAKARTA,- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong Karang Taruna di tingkat kelurahan dan desa untuk tampil lebih aktif dan mengambil peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Tito menilai, sejauh ini peran Karang Taruna belum sekuat PKK, Posyandu, maupun Linmas yang sudah memiliki kegiatan rutin dan langsung dirasakan masyarakat.

“Jujur saja, sejak saya menjadi Mendagri sebagai pembina ormas, Karang Taruna sepertinya kalah pamor dengan PKK, Posyandu, atau Linmas. Padahal Karang Taruna mestinya tidak hanya bergerak di bidang sosial, tapi bisa masuk ke sektor pertanian, pendidikan, kesehatan. Jadi tidak hanya memberikan bansos atau gotong royong bangun masjid,” ujar Tito saat membuka Pengukuhan dan Rakernas Pengurus Nasional Karang Taruna di Mal Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (22/11/2025).

Tito meminta para kader Karang Taruna melakukan transformasi sekaligus memperluas fokus kerja pada isu-isu nyata yang dihadapi masyarakat setiap hari. Menurutnya, Karang Taruna merupakan organisasi pemuda yang seharusnya mewarisi rekam jejak sejarah pemuda sebagai motor perubahan.

“Sejarah Indonesia menunjukkan peran penting pemuda sebagai motor perubahan, mulai dari Sumpah Pemuda 1928 hingga gerakan mahasiswa pada masa reformasi,” ujarnya.

Tito juga menyoroti besarnya populasi pemuda—sering disebut bonus demografi—sebagai peluang besar bagi pembangunan nasional. Dengan 56 persen pemuda tinggal di perkotaan dan 44 persen di perdesaan, kesempatan ini dapat dimaksimalkan untuk menahan laju urbanisasi. Salah satu caranya adalah melibatkan kader Karang Taruna dalam program strategis nasional seperti Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.

“Populasi usia produktif kita jauh lebih besar dibanding Jepang yang mayoritas penduduknya sudah menua, dan sekitar 93 persen penduduk Jepang ada di urban, sedangkan hanya 7 persen di perdesaan. Pemerintah sudah membuat beragam program, tapi perlu agen perubahan. Saya berharap bukan hanya perangkat desa, tetapi juga kader Karang Taruna,” tegasnya.

Tito menegaskan pentingnya penguatan identitas organisasi, termasuk penelusuran sejarah Karang Taruna yang selama ini dinilai masih simpang siur.

“Anggota organisasi akan bangga kalau punya landasan historis yang kuat. Perlu ada tim yang mengkaji sejarah Karang Taruna,” ujarnya.

Selain identitas, Tito juga menekankan aspek pendanaan. Ia menyatakan siap menggerakkan Kemendagri dan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan agar Karang Taruna bisa lebih aktif dan berdampak luas.

Rakernas Karang Taruna yang turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, dan Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono ini disebut Tito sebagai momentum merumuskan arah baru Karang Taruna untuk menjadi bagian dari solusi persoalan sosial.

Tito bahkan berencana mengundang Ketua Umum PNKT dalam rapat pengendalian inflasi yang digelar Kemendagri setiap Senin, sebagai bentuk dorongan agar peran Karang Taruna lebih diperhatikan pemerintah daerah.

“Tujuannya supaya Karang Taruna menjadi perhatian daerah. Dengan begitu, eksistensinya dapat benar-benar diperhitungkan oleh para kepala daerah,” tutup Tito. / r3d/ h3n /rls.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button