TANGSEL

SPMB Tuntas, SMPN 5 Tangsel Fokus Cetak Generasi Berkualitas

Jurnalis : Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 5 Tangerang Selatan telah tuntas. Seluruh tahapan penerimaan murid baru berjalan aman lancar dan si sukses. Kepala Sekolauh (Kepsek) SMPN 5 Tangerang Selatan, Slamet Afandi, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan SPMB 2026 di SMPN 5 berjalan lancar sesuai dengan juknis SPMB yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan,” katanya. Saat ditemui di kantornya Pomdok Kacang Timur Pondok Aren . Kamis 30/7/2026.

Ia menjelaskan, SMPN 5 Tangerang Selatan menerima sebanyak 420 murid baru dari seluruh jalur penerimaan yang dipersyaratkan. Jumlah tersebut terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel).

Menurut Slamet, seluruh tahapan SPMB di SMPN 5 Tangsel, mulai dari proses penerimaan hingga tahapan akhir, dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah seluruh tahapan SPMB di UPTD SMPN 5 Tangerang Selatan dapat berjalan sesuai ketentuan atau juknis SPMB tahun 2026,” ujarnya.

Meski pelaksanaan SPMB berlangsung lancar, Slamet mengungkapkan masih terdapat tantangan yang dihadapi sekolah, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme SPMB.

Menurutnya, edukasi dan sosialisasi mengenai sistem penerimaan murid baru perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memahami ketentuan yang berlaku.

“Tantangan terbesar bagi semua SMPN di Tangerang Selatan, termasuk SMPN 5, adalah belum teredukasinya dan tersosialisasinya secara baik mengenai SPMB di tengah masyarakat luas,” jelasnya.

Karena itu, pemahaman masyarakat terhadap juknis SPMB dinilai penting agar proses penerimaan murid baru dapat berjalan secara tertib dan menghindari kesalahpahaman mengenai jalur maupun mekanisme penerimaan.

Dalam pelaksanaannya, Slamet menegaskan pihak sekolah bersama panitia berkomitmen menjaga proses penerimaan murid baru tetap transparan dan adil.

“Untuk memastikan proses SPMB berlangsung transparan dan adil, kami dan panitia SPMB sekolah berpegang teguh pada juknis SPMB tersebut,” tegasnya.

Setelah seluruh tahapan SPMB selesai, SMPN 5 Tangerang Selatan kini mengalihkan fokus pada kegiatan belajar mengajar sesuai kalender akademik pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

Slamet mengatakan, keberhasilan SPMB harus dilanjutkan dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik.

“Setelah proses SPMB selesai, skala prioritas kami adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai kalender akademik pendidikan di Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekolah menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning), meningkatkan kompetensi guru, mengoptimalkan praktik pedagogis, serta membangun budaya belajar yang positif.

Strategi tersebut dilakukan agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan memiliki karakter positif.

Salah satu perhatian sekolah setelah SPMB adalah memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga meskipun jumlah peserta didik dalam satu kelas mencapai sekitar 42 murid.

Slamet mengatakan, kondisi tersebut membutuhkan pengelolaan pembelajaran yang baik dari para pendidik sehingga seluruh peserta didik tetap memperoleh hak belajar sesuai ketentuan.

“Untuk menjaga kualitas pembelajaran dengan 42 siswa, kami harus memastikan bahwa setiap murid mendapatkan pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku dalam proses pembelajaran,” katanya.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran dapat menjangkau seluruh peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi pendidik dan optimalisasi praktik pedagogis menjadi bagian dari strategi sekolah.

Slamet menegaskan, salah satu program unggulan yang menjadi perhatian SMPN 5 Tangerang Selatan adalah memastikan seluruh murid mendapatkan proses pembelajaran yang berkeadilan.

Artinya, setiap peserta didik diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

“Program unggulan yang kami utamakan adalah memastikan seluruh murid mendapatkan proses pembelajaran yang berkeadilan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, tidak hanya sekolah dan guru, tetapi juga orang tua murid.

Ia berharap orang tua dapat menjadi mitra sekolah dengan memberikan dukungan positif terhadap berbagai program yang bertujuan untuk kepentingan peserta didik.

“Pesan utama kami agar orang tua murid dengan sukarela berkenan membantu, mendorong dan berpartisipasi aktif secara positif terhadap program sekolah yang bertujuan untuk kepentingan peserta didik atau murid,” tuturnya.

Ia menilai sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.

“Dengan tuntasnya SPMB 2026, SMPN 5 Tangerang Selatan kini menatap tahun ajaran baru dengan fokus pada peningkatan mutu pembelajaran. Melalui penguatan kompetensi guru, pembelajaran mendalam, budaya belajar positif, dan pendidikan yang berkeadilan, sekolah berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan menghadapi masa depan,” pungkasnya./h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button