TANGSEL

Dindikbud Tangsel Fokus Peningkatan SDM dan Partisipasi PAUD hingga 2027

Reporter: Hendra Jaya.

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi prioritas utama hingga tahun 2027. Hal tersebut disampaikan Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni, dalam pemaparan program prioritas pendidikan. Rabu (04/03/2026).

Menurut Deden, peningkatan mutu pendidikan harus ditopang oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, terutama pendidik dan tenaga kependidikan.

“Prioritas kita masih pada peningkatan kualitas pendidikan. Tentu ini membutuhkan dukungan SDM yang baik, baik dari sisi kompetensi maupun jumlah,” ujarnya. Saat usai menghadiri Zoom meeting Forum Gabungan Perangkat Daerah Perihal Penyusunan Perencanaan Pembangunan Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan.

Ia menjelaskan, pada tahun ini Dindikbud menggencarkan berbagai program peningkatan kompetensi guru, seiring dengan bertambahnya jumlah tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. Untuk itu, pada tahun depan Pemkot Tangsel juga akan membangun beberapa sekolah baru yang otomatis membutuhkan tambahan SDM.

Sejumlah program peningkatan kompetensi yang telah berjalan antara lain program S2 bagi kepala sekolah serta program S1 bagi guru PAUD. Program S1 tersebut ditujukan agar seluruh guru PAUD memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1), termasuk bagi guru yang latar belakang pendidikannya belum linier dengan tugasnya saat ini.

Selain penguatan SDM, Dindikbud juga menargetkan peningkatan angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) yang saat ini masih berada di angka 57 persen.

“Angka partisipasi PAUD memang masih minim jika dibandingkan dengan SMP. Padahal pendidikan usia dini merupakan fondasi bagi jenjang pendidikan berikutnya,” jelas Deden.

Sebagai salah satu upaya, Pemkot Tangsel mulai tahun ini memberikan bantuan pendidikan bagi peserta didik PAUD. Jika sebelumnya bantuan hanya diberikan untuk jenjang SMP, kini PAUD juga mendapat dukungan dengan nilai yang sama, yakni Rp1,8 juta.

Program bantuan tersebut diprioritaskan bagi keluarga tidak mampu, namun merujuk pada pengalaman di jenjang SMP, hampir seluruh siswa yang memenuhi kriteria mendapatkan bantuan pendidikan.

“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi juga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan usia dini. Fasilitas PAUD kita sebenarnya sudah lebih dari cukup, ada lebih dari 700 lembaga. Tinggal bagaimana kita mendorong partisipasinya,” katanya.

Program bantuan pendidikan untuk PAUD ini mulai berjalan pada tahun ajaran baru sekitar Juli tahun ini dan ditargetkan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tangerang Selatan./h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button