Benyamin Apresiasi Kafilah MTQ Tangsel, Integritas Lebih Utama dari Juara

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan penghargaan kepada para peserta, official, pelatih, pembina, dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan yang berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Kegiatan apresiasi tersebut digelar di Ruang Blandongan, Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Senin 27/07/2026.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penghargaan yang diberikan bukan semata-mata atas raihan prestasi, tetapi sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, integritas, dan perjuangan seluruh kafilah dalam membawa nama baik Kota Tangsel.
Benyamin mengapresiasi seluruh peserta yang dinilainya telah menunjukkan kualitas terbaik meski menghadapi berbagai dinamika selama penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Banten.
“Kita sudah delapan kali menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten dan bahkan pernah mengantarkan Provinsi Banten menjadi juara nasional pada 2019. Itu menunjukkan kualitas kafilah Kota Tangerang Selatan memang luar biasa,” ujar Benyamin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa baginya nilai kejujuran jauh lebih penting daripada sekadar mengejar gelar juara.
“Saya lebih bangga kalau kita pulang sebagai juara tiga atau juara empat, tetapi bertanding dengan jujur dan amanah. Kita pulang dengan kepala tegak. Seluruh peserta sejatinya sudah menjadi juara karena mampu menjaga kehormatan dan memberikan penampilan terbaik,” katanya.
Menurut Benyamin, seluruh pengurus LPTQ, pembina, pelatih, official hingga peserta telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membina generasi Qurani di Kota Tangerang Selatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pembina, termasuk Rizkiyah dan Ali Akbar, yang dimintanya tetap terlibat dalam pembinaan LPTQ meski kini mengemban jabatan baru di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Benyamin mengajak seluruh keluarga besar LPTQ untuk tidak larut dalam berbagai persoalan yang terjadi selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, hal-hal di luar kendali tidak boleh mengurangi semangat pembinaan.
“Kita tidak akan mampu mengubah keadaan yang memang sedang berlangsung. Biarkan itu menjadi urusan masing-masing. Tugas kita adalah tetap istiqamah menjalankan amanah dan terus meningkatkan kualitas pembinaan,” tegasnya.
Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti seseorang yang mengalami kehilangan karena pencopetan.
“Kalau kita kecopetan, ya sudah, ikhlaskan saja. Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Begitu juga dengan apa yang kita alami. Jangan habiskan energi memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah,” ucapnya.
Karena itu, Benyamin memastikan MTQ tingkat Kota Tangerang Selatan tetap akan diselenggarakan dengan kualitas yang lebih baik sebagai bagian dari pembinaan menuju MTQ tingkat provinsi berikutnya.
Selain mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi, Benyamin menginginkan pola pembinaan LPTQ diperluas hingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, para juara MTQ harus menjadi penggerak pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masing-masing sehingga lahir generasi Qurani baru.
“Jangan hanya mengejar juara. Misalnya juara MTQ membina anak-anak di lingkungannya, mengajar mengaji, melahirkan peserta-peserta baru. Jadi pembinaan tidak hanya ke atas untuk perlombaan, tetapi juga ke bawah untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan upaya membumikan Al-Qur’an di Kota Tangerang Selatan.
“Yang kita kejar bukan hanya prestasi, tetapi bagaimana masyarakat semakin mencintai, mempelajari, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Itu yang harus terus kita rumuskan bersama para ulama dan pengurus LPTQ,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Benyamin memastikan seluruh peserta yang meraih prestasi pada MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten akan menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Anggaran penghargaan tersebut telah dialokasikan melalui hibah kepada LPTQ.
“Seluruh kafilah yang meraih juara satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya akan mendapatkan apresiasi. Ini sudah dialokasikan dalam hibah dan proposal LPTQ,” jelasnya.
Namun ia mengingatkan agar penghargaan tersebut dimanfaatkan secara bijak. “Jangan dipakai untuk hal-hal yang konsumtif. Gunakan untuk hal-hal yang produktif, seperti melanjutkan pendidikan, membeli buku, atau kebutuhan lain yang bisa meningkatkan kemampuan,” pesannya.
Menanggapi hasil MTQ tingkat Provinsi Banten, Benyamin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangsel tetap menghormati keputusan dewan hakim, meskipun terdapat sejumlah penilaian yang menjadi perhatian.
“Yang penting peserta kita tampil sebaik mungkin. Penilaian adalah kewenangan dewan hakim. Target besar kita bukan semata-mata juara, tetapi syiar Al-Qur’an,” katanya.
Menurutnya, pola pembinaan yang selama ini dilakukan LPTQ sudah berjalan baik dan akan terus dilanjutkan dengan sejumlah penyempurnaan agar lebih dinamis dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kita tetap melakukan pembinaan untuk menghadapi MTQ tahun depan. Tetapi di saat yang sama, pembinaan juga harus memberi dampak di tengah masyarakat. Itu yang sedang kita rumuskan bersama LPTQ,” ujarnya.
Benyamin juga meminta seluruh peserta tidak cepat berpuas diri atas capaian yang diraih.
“Jadikan prestasi hari ini sebagai pijakan untuk terus belajar, memperkuat akhlak, meningkatkan kemampuan, dan menjaga semangat berlatih. Kemenangan sejati bukan hanya meraih juara, tetapi menghadirkan perubahan serta membawa manfaat bagi masyarakat melalui nilai-nilai Al-Qur’an,” pungkasnya./ H3n.

