
TANGERANG SELATAN – Pemandangan kabel telekomunikasi yang semrawut dan bergelantungan di sepanjang jalan perlahan mulai berkurang di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Langit kota yang sebelumnya dipenuhi kabel udara kini mulai terlihat lebih lapang. Salah satunya di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya, Kecamatan Ciputat Timur.
Penataan tersebut merupakan bagian dari program relokasi jaringan utilitas telekomunikasi dari udara ke bawah tanah yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).
Program yang berjalan sejak 2022 itu kini telah menyentuh 19 ruas jalan. Sembilan ruas di antaranya telah selesai ditata, sementara ruas lainnya masih dalam berbagai tahapan pengerjaan.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, mengatakan proses relokasi dilakukan secara bertahap karena melibatkan sejumlah operator telekomunikasi.
“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal tahun 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator,” ujar Robbi.
Menurutnya, APJATEL menunjuk kontraktor untuk menyediakan jaringan saluran bawah tanah atau ducting. Setelah jaringan tersebut aktif dan dipastikan berfungsi normal, kabel udara lama kemudian diputus secara bertahap.
Robbi memastikan pembangunan jaringan bawah tanah tersebut tidak menggunakan APBD Kota Tangerang Selatan.
“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu prosesnya dilakukan bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” katanya.
Berdasarkan data SDABMBK, sembilan ruas jalan telah selesai menjalani proses relokasi kabel udara. Ruas tersebut yakni Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan-Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Tarumanegara (Pisangan), Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara Serpong Utara, Jalan Menjangan Raya-Kompas, Jalan Merpati Raya, serta Jalan WR Supratman dari Kompas arah UIN.
Mayoritas pekerjaan menggunakan metode boring atau horizontal directional drilling (HDD). Metode tersebut memungkinkan jaringan utilitas dibangun di bawah tanah dengan meminimalkan pembongkaran permukaan jalan.
Sementara itu, sepuluh ruas lainnya masih berada dalam berbagai tahapan. Di antaranya Jalan WR Supratman Kompas-Pondok Ranji, Jalan Lengkong Gudang Timur Raya, dan Jalan Pahlawan yang masih menjalani pemutusan kabel udara secara bertahap.
Kemudian Jalan Kertamukti, Jalan Pondok Betung dan Jalan Pondok Benda masih dalam tahap penarikan kabel. Untuk Jalan Villa Melati Mas, saat ini masuk tahap rencana pemutusan.
Sedangkan Jalan Surya Kencana hingga batas Depok dan Jalan Raya Jelupang masih dalam tahap survei dan perencanaan. Sementara Jalan Rawa Buntu Utara telah memasuki tahap pemasangan HDPE.
Robbi menegaskan, relokasi kabel udara bukan semata-mata untuk mempercantik wajah Tangsel. Penataan utilitas juga berkaitan dengan aspek keselamatan, kemudahan pemeliharaan jaringan, hingga menciptakan ruang publik yang lebih nyaman.
“Penataan utilitas bukan sekadar membuat jalan terlihat lebih indah. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menyebut penataan di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya menjadi contoh bahwa kolaborasi pemerintah dengan APJATEL dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
Pemkot Tangsel memastikan program relokasi kabel akan terus berlanjut ke sejumlah koridor jalan utama lainnya secara bertahap.
Meski proses pekerjaan terkadang menimbulkan gangguan lalu lintas maupun aktivitas warga, pemerintah menilai hasil jangka panjangnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya bisa dirasakan bersama,” kata Robbi.
Ia pun mengajak masyarakat turut menjaga fasilitas jaringan utilitas yang telah dibangun.
“Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun. Berikut 19 ruas jalan yang masuk program relokasi kabel udara ke bawah tanah. Yang Sudah selesai yaitu , Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan-Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Tarumanegara (Pisangan), Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Serpong Utara, Jalan Menjangan Raya-Kompas. Jalan Merpati Raya, Jalan WR Supratman, Kompas arah UIN
Masih berproses diantaranya , Jalan WR Supratman, Kompas-Pondok Ranji, Jalan Villa Melati Mas, Jalan Lengkong Gudang Timur Raya, Jalan Kertamukti, Jalan Pondok Betung
, Jalan Pondok Benda, Jalan Pahlawan, Jalan Surya Kencana-Batas Depok, alan Raya Jelupang, Jalan Rawa Buntu Utara
Dengan program ini, Pemkot Tangsel berharap penataan utilitas dapat terus berkembang sehingga kabel telekomunikasi tidak lagi mendominasi ruang udara di koridor jalan utama./h3n

