TANGSEL

Posyandu Selada Wakili Tangsel di Tingkat Provinsi Banten

Jurnalis : HENDRA JAYA

SERPONG UTARA – Posyandu Selada, RW 04, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, menjadi wakil Kota Tangerang Selatan dalam Penilaian dan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten 2026.

Kegiatan Kunjungan Lapangan Pemberian Penghargaan dan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Tahun 2026 tersebut berlangsung di Posyandu Selada, Selasa (4/8/2026).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, pembelajaran, sekaligus penguatan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Menurut Pilar, pembangunan daerah pada hakikatnya merupakan pembangunan manusia. Keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur maupun investasi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.

“Alhamdulillah, per tahun 2025 angka harapan hidup masyarakat Kota Tangerang Selatan mencapai sekitar 76 tahun dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten,” ujar Pilar.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan yang baik bagi ibu, anak, lansia hingga keluarga merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan pada jalur yang tepat.

Pilar juga menyebut Posyandu Selada memiliki berbagai kegiatan yang terintegrasi dengan pelayanan masyarakat. Selain Posyandu, di lokasi tersebut terdapat Taman Baca Masyarakat (TBM), Bank Sampah dan berbagai aktivitas masyarakat lainnya.

Pilar menjelaskan, Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

“Transformasi ini merupakan langkah yang sangat strategis karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang terintegrasi,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini secara sukarela melayani masyarakat, bersama tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan dan kecamatan, PKK, RT/RW serta masyarakat.

“Bapak dan ibu adalah pejuang kemanusiaan di tingkat lingkungan. Pengabdian yang dilakukan mungkin tidak selalu terlihat, tetapi manfaatnya sangat besar bagi masa depan Kota Tangerang Selatan,” tutur Pilar.

Dalam kesempatan itu, Pilar juga meminta seluruh kelurahan memperkuat program Pos Gizi sebagai salah satu upaya penanganan stunting.

Ia meminta camat dan lurah memastikan program tersebut berjalan secara berkelanjutan, terutama untuk memberikan dukungan gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

Menurut Pilar, Pos Gizi tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga mengedukasi para ibu mengenai cara memasak makanan sehat dan bergizi.

“Bukan hanya nasi, tetapi lauknya. Kita masak di situ dan memberikan pengajaran kepada ibu-ibu bagaimana cara memasak yang baik dan sehat,” jelasnya.

Pilar juga mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat, termasuk meningkatkan aktivitas fisik. Ia mendorong warga, terutama lansia, untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga.

“Jangan sedikit-sedikit ke warung naik motor. Jalan kaki sekali-sekali. Kita dorong 5 ribu langkah setiap hari,” katanya.

Pilar mengatakan, penerapan enam SPM di RW 04 juga didukung berbagai pembangunan dan program pemerintah. Di antaranya perbaikan jalan, pembangunan drainase, rencana pembuatan sekitar 50 lubang biopori, poskamling aktif serta program bedah rumah yang bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman serta Baznas.

Ia berharap Posyandu Selada dapat menjadi contoh praktik baik yang bisa dipelajari dan diterapkan Posyandu lainnya di Tangsel.

“Kami berharap Posyandu Selada mampu menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi oleh Posyandu lainnya di Tangerang Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi, mengatakan Posyandu Selada merupakan juara tingkat Kota Tangerang Selatan tahun 2026 sehingga dipercaya mewakili Tangsel pada tingkat Provinsi Banten.

Tini menegaskan, penilaian Posyandu saat ini mengacu pada penerapan enam SPM sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.

Ia menyebut Posyandu Selada telah menunjukkan praktik integrasi pelayanan dasar melalui berbagai kegiatan, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kelompok Wanita Tani hingga Bank Sampah.

“Posyandu Selada ini adalah juara tingkat Kota Tangerang Selatan tahun 2026, jadi kita ajukan di tingkat Provinsi Banten tahun ini,” kata Tini.

Ia optimistis Tangsel mampu meraih hasil lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pada penilaian tingkat Provinsi Banten sebelumnya, Tangsel berhasil meraih juara ketiga. “Mudah-mudahan tahun ini juara kesatu,” harapnya.

Tini juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang bekerja dengan penuh keikhlasan dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Posyandu ke depan akan semakin berperan sebagai pusat edukasi keluarga dan masyarakat, tidak hanya dalam bidang kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, ketahanan keluarga dan literasi digital.

“Penilaian ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum evaluasi dan pembelajaran untuk memperkuat sinergi antar sektor,” pungkasnya./h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button