Forkopimda Tangsel Bahas Dampak Kemarau Panjang dan Erupsi Anak Krakatau
Jurnalis : HENDRA JAYA

TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan menggelar rapat koordinasi dengan tema Mengantisipasi Dampak Kemarau Panjang dan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau. Jumat (11/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut digelar di Hotel Grand Zuri BSD, Kota Tangerang Selatan, dengan membahas kondisi terkini serta langkah antisipasi dan penanganan terhadap dampak bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi dua persoalan bencana tersebut.
“Rapat koordinasi Forkopimda pada hari ini membahas terkait penanganan masalah bencana erupsi Gunung Anak Krakatau dan juga bencana kekeringan di wilayah Tangsel,” ujar Pilar.
Dalam rapat tersebut, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) menyampaikan informasi mengenai kondisi terkini, termasuk langkah penanganan yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan ke depan.
Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel juga mendapat dukungan dari sejumlah instansi vertikal untuk bersama-sama menangani dampak bencana yang terjadi.
Terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangsel sebelumnya telah melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan menggunakan metode dust suppression. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan sebaran abu vulkanik agar tidak mudah terhirup masyarakat.
Selain itu, Dinas Kesehatan Tangsel juga melakukan pembagian masker melalui puskesmas, posyandu dan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.
“PMI juga memberikan ribuan masker yang dibagikan ke masyarakat di tujuh kecamatan, terutama di wilayah alun-alun dan di pinggir jalan,” kata Pilar.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau perkembangan dan arah sebaran abu vulkanik.
Pilar menyebut berdasarkan informasi yang diterima per 10 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami penurunan secara drastis.
“Memang sudah turun secara drastis aktivitas Gunung Krakatau. Mudah-mudahan ke depan bisa reda,” ujarnya.
Di tengah penanganan dampak erupsi, Pilar juga menyampaikan pemerintah masih terus mengikuti perkembangan pencarian salah satu warga Tangsel yang menjadi bagian dari tim lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya.
Ia mengatakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan koordinasi dalam proses pencarian.
Pilar juga dijadwalkan menghadiri doa bersama yang digelar sebagai bentuk dukungan dan doa agar jurnalis yang hingga kini belum ditemukan tersebut dapat segera kembali dalam kondisi selamat.
“Insyaallah siang hari ini akan dilakukan doa bersama. Mudah-mudahan kita berdoa bersama warga kita, teman jurnalis yang memang kondisinya saat ini belum ditemukan, bisa kembali dengan kondisi selamat, sehat walafiat,” pungkasnya./h3n



