

TANGERANG SELATAN, TERASBANTEN.ID — Jalan Rawa Buntu, Tangerang Selatan, mulai memasuki tahap rekonstruksi pada minggu pertama Oktober 2026. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan penanganan pada satu lajur ruas Jalan Rawa Buntu, mulai dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya hingga pertigaan Taman Tekno-Buaran. Jumat 2/10/2026.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, mengatakan pekerjaan rekonstruksi jalan akan berdampak pada kondisi lalu lintas karena terdapat penanganan jalan dan median yang dilakukan secara bersamaan.
“Ada dua pekerjaan yang berlangsung, perbaikan jalan dan median jalan. Nanti akan ada penyempitan ruang jalan. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, mengikuti arahan petugas di lapangan dan memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang oleh pelaksana pekerjaan,” ujar Robbi.
Menurut Robbi, masyarakat juga perlu memahami adanya perubahan kondisi permukaan jalan selama proses pekerjaan berlangsung. Dukungan dan kewaspadaan pengguna jalan diperlukan agar aktivitas konstruksi dapat berjalan aman dan lalu lintas tetap terkendali.
“Mohon dukungan dan pengertian masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Penanganan ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan, baik pada lapisan permukaan maupun struktur beton yang mengalami kerusakan. Kami berharap pekerjaan dapat berjalan aman dan setelah selesai kondisi jalan dapat kembali lebih baik untuk mendukung mobilitas masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, menjelaskan pekerjaan rekonstruksi diawali dengan pengupasan lapisan aspal menggunakan cold milling machine.
Pengupasan tersebut dilakukan untuk membuka lapisan permukaan jalan sekaligus melihat kondisi struktur beton di bawahnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim teknis akan menentukan bagian struktur yang membutuhkan penanganan.
“Pekerjaan ini dilakukan dalam satu lajur ruas jalan, mulai dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya sampai pertigaan Taman Tekno-Buaran. Tahap awalnya adalah pengupasan lapisan aspal. Dari hasil pengupasan tersebut akan terlihat kondisi struktur di bawahnya dan selanjutnya dilakukan penanganan sesuai kondisi yang ditemukan,” ujarnya
Untuk struktur beton yang telah teridentifikasi mengalami kerusakan, terdapat dua segmen utama yang menjadi lokasi penanganan. Segmen pertama berada mulai dari lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum pom bensin. Sedangkan segmen kedua berada di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya-Buaran, pada jalur dari arah BSD menuju Pamulang.
Namun, Dia menjelaskan titik perbaikan struktur beton tidak bersifat tetap. Kondisi aktual setelah lapisan aspal dikupas akan menjadi dasar bagi tim teknis untuk menentukan bagian jalan yang perlu dibongkar dan diperbaiki.
“Jadi, setelah aspal dikupas, kondisi struktur beton akan terlihat lebih jelas. Kalau ditemukan kerusakan, maka bagian tersebut akan dilakukan pembongkaran dan perbaikan betonnya. Karena itu, kondisi pekerjaan di lapangan bisa bersifat dinamis menyesuaikan hasil pemeriksaan setelah pengupasan,” jelasnya.
Pada bagian yang mengalami kerusakan, pekerjaan dilanjutkan dengan excavation atau pembongkaran. Setelah itu dilakukan penanganan struktur, termasuk pengecoran menggunakan beton mutu tinggi K-350 Fast Track dengan waktu pengeringan sekitar tiga hari.
Setelah struktur beton selesai diperbaiki, permukaan jalan akan kembali ditangani dengan lapisan aspal. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengembalikan kondisi permukaan jalan agar kembali rata dan nyaman dilalui kendaraan.
Ia mengatakan, proses pengupasan aspal juga akan membuat permukaan jalan menjadi tidak rata untuk sementara waktu. Kondisi tersebut terjadi sebelum pekerjaan memasuki tahapan berikutnya.
“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan akan menjadi tidak rata. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya.
Selain perubahan kondisi permukaan jalan, pekerjaan rekonstruksi juga menyebabkan penyempitan ruang jalan karena penanganan dilakukan pada salah satu sisi ruas. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pekerjaan agar kendaraan tetap dapat melintas di lokasi.
Dinas SDABMBK mengimbau pengguna Jalan Rawa Buntu untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, memperhatikan perubahan permukaan jalan serta mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan.
Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas SDABMBK dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan agar tetap mendukung keselamatan, kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat./h3n.


