
Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen memperluas akses keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan. Foto (Istimewa).
SERANG, TERASBANTEN.ID – Minat masyarakat Provinsi Banten terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal di Banten mencapai sekitar 1,2 juta investor, menempatkan provinsi ini di peringkat kelima nasional. Minggu (25/10/2026).
Capaian tersebut mendapat apresiasi Gubernur Banten Andra Soni. Menurutnya, meningkatnya jumlah investor menjadi modal penting untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal di Banten mencapai sekitar 1,2 juta investor dan berada pada peringkat kelima nasional. Ini merupakan modal yang baik untuk terus kita kembangkan,” ujar Andra Soni saat menghadiri Pasar Keuangan Rakyat (PKR) Banten 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (24/10/2026).
Andra Soni menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen memperluas akses keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan akses keuangan daerah serta penguatan peran Bank Banten sebagai bank pembangunan milik daerah.
Ia juga mengapresiasi OJK, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta seluruh lembaga jasa keuangan yang berkolaborasi menyelenggarakan PKR Banten 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026. Menurutnya, industri jasa keuangan tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma menekankan bahwa perluasan akses keuangan harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Dengan begitu, produk dan layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara bijak, aman, dan produktif.
“Melalui Pasar Keuangan Rakyat Banten 2026, kami ingin semakin mendekatkan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, transaksi yang aman, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal,” kata Adi Dharma.
Ia menambahkan, inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan membuka akses terhadap layanan keuangan. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk memilih dan memanfaatkan produk keuangan sesuai kebutuhan serta memahami risiko yang menyertainya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, PKR Banten 2026 menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan interaktif. Di antaranya Financial Expo untuk edukasi dan konsultasi produk keuangan, UMKM Expo sebagai sarana promosi produk lokal, serta Financial Talkshow dan Financial Passport Challenge guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan.
Kegiatan ini juga diramaikan dengan Financial Fun Run, Festival Kuliner Rp1, Bazar Sembako Murah, Banten Traditional Dance Competition, serta berbagai permainan edukasi keuangan dan hiburan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Selain meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, PKR Banten 2026 memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran, meningkatkan transaksi, serta mengenal produk dan layanan keuangan yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Dengan capaian sekitar 1,2 juta investor pasar modal, Banten memiliki modal untuk terus memperkuat ekosistem keuangan daerah. Ke depan, peningkatan literasi, perluasan akses keuangan, dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal menjadi bagian penting agar pertumbuhan investor turut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.




