

Tangsel, Terasbanten.id – Ratusan Masa Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) Dari 18 Gardu yang berada di Wilayah Kota Tangerang Selatan Menggelar aksi di jalan Bolevard Bintaro Raya Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, Senin 24/02/2020.
Masa FBR menuntut agar adanya perubahan dalam struktur organisasi ormas tersebut, ratusan anggota ormas dalam aksinya sambil meneriakan yel yel dan membentangkan tulisan yang berbagai slogan yang menuntut salah satunya berbunyi, “Bara So Iye, FBR butuh solusi.”
Masa FBR datang ke lokasi itu sejak siang tadi dengan sepeda motor dan mobil dengan mengenakan atribut FBR juga membawa bendera dari masing – masing gardu asal FBR Tangsel.
ratusan massa FBR yang meneriakkan yel-yel membuat kondisi di sekitar Jalan Raya Boulevard Bintaro sedikit tegang.

Kehadiran Panglima FBR Tangsel Fery membuat suasana agak sedikit sejuk meski masa terus berteriak teriak, “Barata, ganti ! Barata, ganti !, Barata, ganti !.
“Para ketua gardu menuntut agar ada pembekuan Korwil Tangsel, saya sebagai panglima FBR bertanggung jawab mengenai kondusifitas yang ada di korwil tangsel. Saya meminta waktu pada anggota FBR tangsel yaitu 2 X 24 jam dan apabila jika tidak ada keputusan dari Pimpinan Pusat. Maka saya sebagai panglima FBR korwil Tangsel yang akan mendampingi ke pimpinan pusat apa keputusannya,” paparnya.
Fery melanjutkan para anggota dari 18 gardu di Tangsel menuntut agar ada pembekuan di Ormas FBR Tangsel, “Kawan kawan ingin pembekuan FBR Tangsel namun ada mekanismenya. Maka kami meminta pimpinan pusat, akan bertanggung jawab,” jelasnya.
Fery melanjutkan dirinya juga tidak mengetahui apa yang menjadi dasar tuntutan para anggota di 18 gardu tersebut. “Dasarnya dari tuntuntan, kami belum mengetahui, namun ini memang baru pertama kalinya terjadi, saya akan sonding langsung ke Pimpus, namun saya juga menghimbau agar anggota FBR tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan saya tekankan ini tidak ada kaitaannya dengan politik,” pungkasnya. /h3n





