Soft Launching Aplikasi SANSET, Pemkot Tangsel Perkuat Tata Kelola dan Monitoring Aset Daerah
Reporter: HENDRA JAYA

TERASBANTEN.ID, TANGSEL,-Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan soft launching Aplikasi Sistem Administrasi dan Monitoring Aset (SANSET) di Ruang Blandongan Lantai 4 Puspemkot Tangsel. Peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam pengelolaan barang milik daerah (BMD) agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Senin (18/05/2026).
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemkot Tangsel melalui aplikasi SANSET.
Menurutnya, aplikasi tersebut akan membantu pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola aset, mulai dari pendataan, monitoring hingga evaluasi pemanfaatan aset daerah.
“Hari ini baru saja di-launching aplikasi terkait aset daerah, SANSET. Kami dari Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi atas inovasi ini. Dengan SANSET, aset yang ada di Tangerang Selatan bisa lebih terdata, tata kelolanya diperbaiki, bisa dimonitor dan dilakukan evaluasi, sehingga aset daerah dapat dimanfaatkan dengan lebih baik,” ujar Fatoni.
Ia menjelaskan, Kemendagri terus mendorong pemerintah daerah melakukan creative financing melalui optimalisasi berbagai sumber pembiayaan daerah, termasuk pemanfaatan aset daerah atau barang milik daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong mengoptimalkan kinerja BUMD, BLUD, serta melakukan inovasi dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
Fatoni menambahkan, terdapat lima langkah penting untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan dan aset daerah, yakni intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan sumber daya manusia, digitalisasi, dan inovasi.
“Kalau Tangerang Selatan terus mengoptimalkan inovasi dan digitalisasi ini, maka kinerjanya bisa lebih baik, lebih cepat, akuntabel, mengurangi kebocoran dan korupsi, serta mempermudah pengambilan keputusan,” katanya.
Ia juga menilai SANSET mendukung implementasi satu data daerah karena seluruh informasi aset dapat dihimpun dalam satu sistem terintegrasi.
“Dengan adanya aplikasi ini, nanti bisa diketahui aset apa saja yang dimiliki Tangsel, luas tanah yang dimiliki, mana yang sudah dimanfaatkan, hingga aset gedung yang disewakan. Semua bisa dijawab melalui sistem,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan pengelolaan barang milik daerah merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi administrasi, legalitas, maupun pemanfaatannya di lapangan.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan kualitas perencanaan kebutuhan barang secara terukur, sistematis, dan berbasis data.
“Dengan perencanaan yang baik, penggunaan anggaran menjadi lebih efektif, kebutuhan aset lebih tepat sasaran, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Benyamin.
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel terus mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk pengelolaan aset daerah.
Melalui aplikasi SANSET, proses pengelolaan, monitoring, hingga pengendalian aset diharapkan dapat berjalan lebih cepat, akurat, transparan, dan efisien.
“Transformasi digital ini bukan hanya sekadar perubahan sistem, tetapi langkah nyata membangun tata kelola aset daerah yang modern dan akuntabel,” ujarnya.
Benyamin juga menyebut Kota Tangsel masih memiliki sejumlah persoalan aset, termasuk aset hasil pemekaran wilayah yang masih membutuhkan penataan administrasi dan penyelesaian secara bertahap.
Karena itu, Pemkot Tangsel berharap adanya dukungan dan pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri dalam proses penataan aset daerah.
“Kami ingin aset-aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan optimal dapat dikelola lebih produktif, termasuk melalui kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga,” katanya.
Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel, Hadi Widodo menjelaskan, SANSET merupakan sistem yang terintegrasi dengan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD).
Menurutnya, sistem tersebut mencakup berbagai tahapan pengelolaan barang milik daerah mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan hingga penatausahaan aset.
“SUNSET ini dibangun untuk memudahkan dan mempercepat proses pengelolaan barang milik daerah sekaligus mendukung sistem paperless,” ujar Hadi.
Ia menjelaskan, melalui sistem tersebut proses administrasi menjadi lebih efisien karena pejabat terkait tidak perlu lagi melakukan tanda tangan dokumen secara manual.
“Sekarang tidak perlu lagi fotokopi berulang-ulang atau tanda tangan keliling. Pejabat cukup membuka aplikasi melalui laptop atau handphone lalu langsung melakukan tanda tangan elektronik,” katanya.
Menurut Hadi, penggunaan SANSET juga mampu menghemat penggunaan kertas secara signifikan. Dalam satu pengajuan dokumen sebelumnya bisa mencapai puluhan lembar kertas.
Selain efisiensi, sistem tersebut juga memiliki sistem keamanan data karena seluruh dokumen tersimpan dalam bank data digital dan dapat dilakukan back up apabila diperlukan.
“Sekarang semua dokumen masuk ke dalam sistem. Kalau dibutuhkan tinggal dicetak saja,” ucapnya.
Ke depan, BKAD Tangsel akan terus melakukan pemetaan, inventarisasi, dan identifikasi aset-aset potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penguatan database aset daerah.
“Semua data nantinya tersimpan di sistem, tidak lagi hanya ada di dokumen pribadi masing-masing,” pungkasnya.



