SDABMBK Bangun Pedestrian Modern dan Ramah Disabilitas di Enam Lokasi Strategis
Reporter Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terus memperkuat pembangunan infrastruktur perkotaan yang nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh masyarakat. Pada tahun 2026 mendatang, Pemkot Tangsel akan membangun jalur pedestrian modern di enam lokasi strategis sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan. Senin (19/5/2026).
Enam titik pembangunan pedestrian tersebut meliputi Jalan Cilenggang II, kawasan Graha Raya, Pamulang Permai Barat, Parkit Raya, Jalan Sumatera Serpong, serta kawasan Villa Melati Mas. Pembangunan ini menjadi langkah nyata Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang lebih humanis.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robby Cahyadi mengatakan, konsep pembangunan pedestrian tahun 2026 dirancang dengan standar kenyamanan dan aksesibilitas yang lengkap bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas.
“Pembangunan pedestrian ini tidak hanya fokus pada estetika kota, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan aksesibilitas. Nantinya jalur pedestrian dilengkapi guiding block, tactile paving, ramp disabilitas, bollard pengaman, hingga elemen pendukung lainnya agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat berjalan kaki,” ujar Robby. Saat dikonfirmasi terasbanten.id.
Selain itu, desain pedestrian juga dilengkapi jalur hijau dan penataan kanstin taman guna menciptakan kawasan yang lebih teduh dan tertata. Material paving block yang digunakan dirancang memiliki daya tahan tinggi dengan sistem konstruksi berlapis agar pedestrian lebih kuat dan awet digunakan dalam jangka panjang.
Dalam perencanaannya, jalur pedestrian tersebut juga akan terintegrasi dengan sistem utilitas bawah tanah melalui penurunan kabel fiber optik dan jaringan utilitas lainnya. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih rapi, modern, dan aman dari risiko kabel udara yang semrawut.
“Penataan utilitas bawah tanah menjadi bagian penting dalam pembangunan ini. Selain memperindah wajah kota, juga untuk mengurangi potensi bahaya serta mendukung tata ruang perkotaan yang lebih modern,” tambahnya.
Robby menuturkan, keberadaan pedestrian representatif diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih memilih berjalan kaki dalam aktivitas jarak dekat. Selain mendukung gaya hidup sehat, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah perkotaan.
“Ke depan kami berharap budaya berjalan kaki semakin tumbuh di tengah masyarakat Tangsel. Dengan pedestrian yang nyaman dan aman, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas tanpa selalu menggunakan kendaraan bermotor,” pungkasnya.
Pembangunan pedestrian modern ini sekaligus menjadi bagian dari visi Pemkot Tangsel dalam mewujudkan kota yang nyaman dihuni, inklusif, ramah lingkungan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. /h3n.



