10 Peserta Asal Tangsel Dinyatakan Kompeten, Dalam UKW PWI Provinsi Banten

Cilegon, Terasbanten.id – Karya Latih Wartawan (KLW) dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Angkatan XVI, yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten resmi ditutup.
10 wartawan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari 33 peserta yang mengikuti uji kompetensi berhasil lulus dalam kegiatan KLW dan UKW tersebut. Senin 09/11/2020.
Bertempat di gedung Komunikasi Infornasi (Kominfo) Kota Cilegon, di jalan Raya Merak, Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Provinsi Banten. Pada Jumat 06/11/2020 dan Sabtu 07/11/2020.
“Dari 33 peserta UKW Provinsi Banten diikuti oleh 4 peserta utama dinyatakan kompeten . 6 peserta madya dinyatakan kompeten dan 22 wartawan muda dinyatakan Kompeten, 2 peserta dinyatakan tidak hadir,” terang Ketua PWI Provinsi Banten Riyan Novandra saat menutup kegiatan tersebut.
Riyan Novandra yang akrab disapa Opan tersebut menambahkan, kegiatan KLW dan UKW merupakan ttik awal para jurnalis di Provinsi Banten sebagai wartawan yang profesional dan kompeten.
“Kegiatan ini merupakan titik awal rekan-rekan media dalam menjujung lebel kompeten yaitu menjalankan kode etik jurnalis (KIJ-red), kompetensi bukan untuk dibanggakan tapi titik awal untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Opan berpesan agar seluruh peserta yang telah mengikuti uji kelayakan tersebut tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan untuk meraih jenjang yang selanjutnya.
“Jangan berenti sampai disini, terus belajar untuk memberikan yang terbaik bagi dunia jurnalis,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Suprapto menambahkan, Dia mengungkapkan kebanggaannya atas dinyatakan kompeten seluruh peserta UKW Provinsi Banten.
Dia juga berharap dengan lulusnya peserta dari UKW tersebut bukan merupakan capaian puncak dari segalanya dalam jurnalis. Menurutnya ujian sesungguhnya ada saat seorang wartawan mengaplikasikannya di lapangan.
“Harus bisa menjadi contoh dan teladan, benar-benar jadi produk jurnalistik yang menyejukkan, menjadi inspirasi bagi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Selanjutnya Suprapto juga berpesan, sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia, wartawan harus mampu menyaring setiap pemberitaan yang akan disampaikan ke publik.
“Saat menulis, wartawan harus memikirkan dampaknya. Teman-teman yang sudah kompeten pasti tahu terhadap dampak dari sebuah tulisan. Hal ini tentunya untuk dapat menciptakan kedamaian dan proses kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. / hen.
