TANGSEL

Hari Anak Nasional Benyamin: Anak Hebat Butuh Dukungan, Dindik Salurkan Bantuan 1000 Siswa

TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya dalam melindungi dan memberdayakan anak-anak, sejalan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025 yang digelar di Puspemkot Kota Tangsel, Jalan Maruga , Ciputat. Rabu (23/7/2025).

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa keberhasilan Tangsel meraih predikat Kota Layak Anak bukan hanya prestasi simbolik, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata yang menyentuh seluruh aspek kehidupan anak.

“Alhamdulillah, Tangsel sudah mendapatkan perlindungan sebagai Kota Layak Anak. Tapi tentu ada konsekuensinya. Pemerintah harus menumbuhkembangkan anak-anak dengan cara: infrastrukturnya dipersiapkan, lingkungan strategisnya disiapkan, sampai pada keamanannya,” ujar Benyamin Davnie.

Ia menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi anak-anak menghadapi tantangan zaman, termasuk dari sisi pengaruh teknologi digital.

“Kita ajarkan anak-anak kita untuk bersaudara, bersimpati, dan berempati dengan orang lain. Karena kita ingin mereka tumbuh sehat di tengah peradaban modern yang penuh tantangan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari perencanaan tata kota, pendidikan, hingga pengawasan sosial, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Kita ingin anak-anak Tangsel tumbuh menjadi generasi pelopor perubahan, sekaligus pelindung nilai-nilai kebhinekaan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui program bantuan pendidikan yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangsel pada tahun anggaran 2025. Program ini menyasar siswa dari keluarga tidak mampu dan disalurkan secara langsung kepada orang tua siswa penerima manfaat.

“Skemanya adalah bantuan pendidikan, bukan beasiswa. Dan bantuan ini diberikan langsung kepada orang tua siswa untuk digunakan sepenuhnya mendukung kebutuhan pendidikan anak mereka,” jelas Muslim, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangsel.

Menurutnya, total penerima manfaat bantuan pendidikan ini mencapai 1.000 siswa, di mana sekitar 70 persen berasal dari keluarga tidak mampu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Anak-anak yang telah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak diperbolehkan menerima bantuan ini agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan.

“Kami prioritaskan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu yang belum tercover bantuan pendidikan lain. Syaratnya mereka harus terdaftar di DTKS. Kalau sudah menerima KIP, tidak bisa lagi mendapatkan bantuan ini,” ujar Muslim.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan tema nasional Hari Anak Nasional 2025, yaitu “Anak Indonesia Bersaudara.”

“Semua anak berhak mendapatkan dukungan, tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, agama, maupun kondisi fisik. Dalam acara tadi pun, kita libatkan anak-anak disabilitas sebagai bentuk penghormatan dan inklusi,” tandasnya. / H3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button