Tekan Stunting, Disdikbud Fasilitasi Guru PAUD Se-Tangsel Edukasi Gizi Pada Anak

TERASBANTEN.ID, TANGSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) fasilitasi guru dan kepala sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dalam Pencegahan Penurunan stunting di Tangsel.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi pada orang tua murid terkait pentingnya gizi pada anak sejak usia dini.
“ Ada sekitar 80 guru dan kepala sekolah PAUD dalam kegiatan ini, tujuannya yaitu tadi untuk Pencegahan Penurunan stunting di Tangsel. Sebetulnya secara target kan tahun kemarin 19% sekarang kan 9%. Target pak Wali itu kan 0%,” terang kepala dinas (kadis) Disdikbud Tangsel, Deden Deni di ruang kerjanya, Puspemkot Tangsel, jalan Raya Maruga Ciputat. Rabu 20/09/2023.
Deden juga mengungkapkan pentingnya dalam memenuhi gizi pada anak diperlukan edukasi kepada orang tua murid melalui guru dan kepala sekolah.
“Apalagi tahun 2045 Indonesia emas , di usia 25 tahun kan nanti. Kalau tahun 2023 masih 20 tahun lagi berarti untuk tahun 2045 usia 25 itu kan dari sekarang. Stunting bukan masalah kesehatan saja tapi masalah edukasi juga pengetahuan orang tua bagaimana mengurus anak apalagi di nanti di usia emas,” ungkapnya.
Deden menambahkan kebutuhan gizi bukan hanya pada faktor ekonomi dalam sebuah keluarga, menurutnya edukasi dalam memenuhi kebutuhan gizi, dinilai sangat penting karena faktor ketidaktahuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi pada anak.
“Yang kena stunting itu kan bukan hanya faktor ekonomi, tapi karena orang tua tidak tahu, tidak paham bagaimana pola makan pada anak, pola asuh dan sanitasi ini sering terjadi pada anak, tidak sedikit orang tua yang mengasuh anaknya diberikan sama pembantu, terus orang tua kalau anak tidak minta makan atau belum waktunya makan, padahal anak harus dipaksa untuk gizi seimbang,” terang Deden.
Selanjutnya Deden menjelaskan, kegiatan edukasi tersebut akan melatih dan mengedukasi orang tua murid dan para guru bersama sama memantau kebutuhan gizi pada anak selama di sekolah.
“Kegiatan ini, kita melatih group PAUD untuk memantau pertumbuhan anak selama di sekolah. Terus yang paling penting mengedukasi para orang tua siswa, bagaimana tadi pola makan pada anak dan sanitasi, dalam rangka pertumbuhan anak melalui gizi seimbang agar tumbuh normal tidak stanting, tidak kurang gizi,” paparnya.
Lanjut Deden, meski angka stunting terus mengalami penurunan di Kota Tangsel, namun edukasi dan sosialisasi dalam memenuhi gizi pada anak dinilai sangat penting dan menjadi target program yang berkelanjutan.
“Ini penting jadi jangan hanya mengejar presentase, harus berkelanjutan meski nanti angka stunting mencapai target 0%. Di usia 100 hari kelahiran dari sejak masa hamil. Gizi seimbang asinya juga, semua itu kan butuh pengetahuan, maka tadi diberikan edukasinya. Tadi narsumnya juga ada ahli gizi dan dokter kesehatan,” pungkasnya. H3N. (ADV)




