TANGSEL

Debat Pilkada Tangsel Ruhamaben-Shinta Pertanyakan Anggaran, Ben-Pilar Paparkan Solusi Stunting

TERASBANTEN.ID, JAKARTA ,- Debat pertama Pilkada Tangerang Selatan 2024 berlangsung sengit ketika pasangan calon nomor urut 2, yaitu pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Ruhamaben-Shinta Wahyuni Chairuddin, mempertanyakan efektivitas anggaran yang digunakan untuk menangani masalah stunting di kota tersebut. Dalam sesi tanya jawab, Ruhamaben menyoroti angka stunting yang masih berada di angka 9,2%, meskipun Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki anggaran lebih dari Rp4 triliun. Selasa (12/11).

“Meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kita semua. Data dari Dinas Kesehatan Tangsel menunjukkan target penurunan angka stunting menjadi 7% di tahun 2024. Namun, data terbaru justru menunjukkan angka 9,2%. Pertanyaan kami adalah, di mana letak peran Pemkot? Dan mengapa dengan anggaran sebesar itu, angka stunting belum bisa turun sesuai target?” ujar Ruhamaben dengan nada kritis.

Menanggapi hal ini, pasangan petahana nomor urut 1, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, membela capaian yang telah mereka raih selama memimpin Tangsel. Benyamin mengungkapkan bahwa angka stunting di Tangsel saat ini sebenarnya adalah yang terendah di Provinsi Banten, dengan penurunan signifikan dari 19% pada 2022 menjadi 9,2% saat ini. Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan kecil sebesar 0,2% dalam setahun disebabkan oleh perubahan kriteria stunting yang diberlakukan oleh kementerian pusat.

“Penurunan angka stunting ini adalah hasil kerja keras bersama, mulai dari dukungan kader posyandu hingga masyarakat Tangsel yang aktif dalam program-program kesehatan. Kami telah menyediakan lebih dari 300 pos gizi dan merevitalisasi posyandu di Tangsel, tidak hanya untuk menimbang balita, tetapi juga untuk melakukan kegiatan promotif dan preventif, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak balita,” papar Benyamin.

Namun, pasangan Ruhamaben-Shinta kembali menegaskan kekhawatiran mereka terkait penggunaan anggaran yang besar namun belum optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi yang cukup bagi ibu hamil. “Dengan anggaran Rp4,3 triliun, seharusnya protein yang dibutuhkan ibu hamil mudah didapat. Kalau nanti pasangan kami terpilih, kami berkomitmen menuju zero stunting di Tangsel,” tegas Shinta.

Menanggapi pernyataan tersebut, pasanagan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin – Pilar menambahkan bahwa penanganan stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga terkait dengan kesadaran masyarakat, lingkungan hidup, dan pola hidup sehat. Pilar menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor lainnya sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.

“Kami ingin menyambut Indonesia Emas 2045 dengan Tangsel yang bebas stunting. Kami juga akan memperbaiki lingkungan hidup melalui penataan kawasan kumuh,” ujar Benyamin

“Dan program bedah rumah, dengan membantu 2.000 rumah warga kurang mampu setelah sebelumnya 1.500 rumah telah kami bangun,” tambah Pilar.

Debat perdana Pilkada Tangsel ini mengungkapkan pandangan yang berbeda antara kedua pasangan calon mengenai penanganan stunting dan penggunaan anggaran. Kedua belah pihak sepakat untuk terus berkomitmen menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tangsel jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel. / h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button