Kelurahan Pakulonan Raih Penghargaan “Kelurahan Cantik” 2025, Komitmen Tinggi, Pengelolaan Data Statistik Diapresiasi

TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan penghargaan “Kelurahan Cinta Statistik” (Cantik) Tahun 2025 kepada Kelurahan Pakulonan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi dan konsistensi Kelurahan Pakulonan dalam pengelolaan serta pemanfaatan data statistik secara akurat, mutakhir, dan terstruktur. Selasa (20/05).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa statistik adalah fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Statistik pada dasarnya adalah sekumpulan data angka yang diperoleh melalui proses pelaporan dan survei. Di Kelurahan Pakulonan, data statistik relatif lengkap dan akurat. Ini adalah hasil kerja keras lurah dan seluruh jajaran di sana,” ujar Benyamin.
Data yang dikelola oleh Kelurahan Pakulonan mencakup berbagai sektor penting, seperti data kemiskinan, anak usia sekolah, ibu hamil, hingga data penduduk berdasarkan kelompok usia. Kelengkapan dan keterbaruan data inilah yang membedakan Pakulonan dari kelurahan lainnya.
“Di beberapa kelurahan lain, data masih belum lengkap, misalnya data kemiskinan atau jumlah lansia yang belum diperbarui. Padahal, data sangat penting untuk pengambilan keputusan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial. Kelurahan Pakulonan menjadi contoh bagaimana data yang baik bisa menjadi dasar pembangunan yang efektif,” tambah Wali Kota.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, turut memberikan pandangan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi sekaligus benchmark bagi kelurahan lainnya. Komitmen terhadap data, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kualitas layanan publik, tetapi juga menjadi bagian dari proses transformasi digital pemerintahan.
“Kelurahan telah menjalin kerja sama erat dengan BPS. Kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada aparatur di tingkat kelurahan agar semakin paham pentingnya data. Penghargaan seperti ini tidak bisa diberikan kepada semua pihak secara bersamaan, karena justru akan menghilangkan semangat kompetisi. Maka dari itu, apresiasi kami berikan kepada yang terbaik, seperti Kelurahan Pakulonan,” jelas TB Asep.
Sementara Lurah Pakulonan Kecamatan Serpong Utara Dwi Santoso, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan “Kelurahan Cantik” (Cinta Statistik) yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada momen Hari Kebangkitan Nasional ke-117. Kelurahan Pakulonan juga ditunjuk untuk mewakili Tangsel dalam ajang penilaian di tingkat nasional.
“Tentu kami sangat senang dan bersyukur bisa dipercaya mewakili Tangsel. Ini penghargaan pertama kami di bidang statistik, dan jadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami di kelurahan,” ujar Lurah Pakulonan.
Menurutnya, program Kelurahan Cantik tidak sekadar soal mengumpulkan data, tetapi lebih pada bagaimana data disajikan agar menarik, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau dulu data disimpan dalam bentuk buku tebal, masyarakat jadi enggan membaca. Sekarang kami ubah tampilannya ke bentuk digital, infografis, dan insyaallah akan kami sebarkan ke wilayah-wilayah di Pakulonan agar lebih mudah diakses,” jelasnya.
Beberapa data yang telah dikumpulkan dan dikelola oleh Kelurahan Pakulonan antara lain data kemiskinan, ibu hamil, anak usia sekolah, serta data kelompok usia penduduk. Tak hanya itu, sebagai salah satu kawasan kuliner di Tangsel, data UMKM juga disajikan dengan detail.
“UMKM di Pakulonan jumlahnya mendekati 100 pelaku usaha, mayoritas bergerak di bidang kuliner. Data ini bisa jadi dasar untuk program bantuan atau pelatihan ke depannya,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa proses pengumpulan dan pengolahan data ditargetkan rampung paling lambat akhir Juli, untuk kemudian mengikuti penilaian pusat pada bulan Agustus 2025.
“Tingkat nasional tentu lebih berat, maka kami butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, agar proses sosialisasi data ini bisa sampai ke masyarakat luas,” tutupnya./H3n.




