TANGSEL

Animo Warga Tinggi, Pemkot Tangsel Genjot Rencana Pembangunan Rusunawa Baru

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menghadapi lonjakan kebutuhan hunian vertikal seiring tingginya minat masyarakat terhadap Rumah Susun Sewa (Rusunawa). Foto (Ist)

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menghadapi lonjakan kebutuhan hunian vertikal seiring tingginya minat masyarakat terhadap Rumah Susun Sewa (Rusunawa). Dua rusunawa yang saat ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) nyaris penuh, sehingga kebutuhan akan rusunawa baru menjadi mendesak. Rabu (21/05).

Kepala Bidang Perumahan Disperkimta Kota Tangsel, Ferdaus, mengatakan bahwa dua rusunawa yang ada saat ini—Rusunawa Situ Gintung dan Rusunawa Serua—memiliki tingkat hunian yang sangat tinggi.

“Penghuniannya untuk Rusunawa Serua sudah lebih dari 85 persen, sedangkan Rusunawa Situ Gintung sudah mencapai 95 persen. Ini membuktikan bahwa peminatnya sangat banyak. Masih banyak warga Tangsel yang belum punya hunian dan ingin tinggal di rusun, tetapi belum bisa kami akomodasi. Artinya, Tangsel sangat membutuhkan rusunawa baru,” ujar Ferdaus, Senin (19/5).

Ferdaus menambahkan, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab utama pemerintah daerah. Jika dilihat dari data okupansi dan terus bertambahnya antrean pendaftar, maka pembangunan rusunawa baru tidak bisa ditunda lagi.

“Jika warga Tangsel memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman, maka aktivitas mereka juga akan lebih produktif. Kerja jadi tenang, ekonomi bergerak. Ini secara tidak langsung ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Menurut Ferdaus, keberadaan rusunawa juga memberikan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sewa. Meski awalnya rusunawa yang dibangun oleh pemerintah pusat belum langsung menjadi sumber PAD, namun setelah lima tahun atau saat status asetnya dialihkan ke Pemkot, retribusinya bisa masuk sebagai pendapatan daerah.

Saat ini, Rusunawa Situ Gintung memiliki total 74 unit dan sudah terisi 71 unit. Sedangkan Rusunawa Serua memiliki 70 unit, dan telah dihuni oleh 59 kepala keluarga. Dari sisi fasilitas dan tarif, Rusunawa Serua memiliki unit seluas 36 meter persegi dengan harga sewa antara Rp520 ribu hingga Rp600 ribu per bulan. Sementara Rusunawa Situ Gintung memiliki unit seluas 27 meter persegi dengan tarif sewa berkisar antara Rp240 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

“Setiap hari selalu ada warga yang datang mengambil formulir untuk mendaftar. Syaratnya cukup jelas: warga Tangsel, satu KK maksimal lima orang, penghasilan di bawah UMP, lalu mengikuti proses wawancara. Setelah lolos seleksi, mereka bisa tinggal maksimal lima tahun,” jelas Ferdaus.

Sementara itu, Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan, menyatakan bahwa tingginya tingkat hunian di rusunawa merupakan indikator keberhasilan program hunian terjangkau yang digagas pemerintah.
Foto (Ist).
“Program ini memang dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki tempat tinggal yang layak. Tingkat hunian di atas 85 persen membuktikan kebutuhannya nyata dan mendesak,” ujar Aries.

Menurut Aries, pembangunan rusunawa baru akan membawa banyak manfaat, tidak hanya menyediakan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan rusunawa membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor konstruksi, dan nantinya dapat menjadi sumber PAD. Ini investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat dan kota,” tegasnya.

Disperkimta sendiri, lanjut Aries, terus menjaga kualitas pengelolaan rusunawa yang sudah ada. Mulai dari kebersihan, ketersediaan air, hingga penanganan cepat atas keluhan penghuni menjadi fokus pelayanan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan agar rencana pembangunan rusunawa baru segera terealisasi,” katanya.

Salah satu penghuni rusunawa, Mei, mengaku sudah lama tinggal di rumah susun dan merasa nyaman dengan fasilitas yang ada. “Kondisinya sekarang sudah bagus. Air lancar, bangunan tidak bocor, fasilitas umum tersedia. Tapi mungkin got perlu lebih sering dibersihkan dan spitenk sudah penuh, perlu disedot,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi layanan dari petugas rusunawa. “Petugas di sini sangat tanggap kalau ada warga yang butuh bantuan,” tambahnya.

Dengan kondisi hunian yang nyaris penuh dan tingginya animo masyarakat, Pemerintah Kota Tangsel kini tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan rusunawa tambahan demi memenuhi kebutuhan warganya akan tempat tinggal yang layak dan terjangkau./ h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button