BANTEN

Gubernur Banten: Kerja Kolaboratif Jadi Kunci Tingkatkan Pembangunan Daerah

Terasbanten.ID, Pandeglang – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kerja kolaboratif antar perangkat daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan capaian pembangunan di Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X dan XI Tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten, Karang Tanjung, Pandeglang, Kamis (19/6/2025).

Menurut Andra Soni, pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten memiliki peran strategis dalam menjabarkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program dan kegiatan nyata di unit kerja masing-masing. “Pejabat struktural eselon III memiliki peranan yang menentukan dalam menangani isu-isu strategis yang memerlukan penanganan lintas lembaga atau wilayah,” tegasnya.

Andra menekankan pentingnya kepemimpinan taktikal dalam birokrasi, yaitu kemampuan untuk merumuskan, mengelola, dan mengawal jalannya program pembangunan secara efektif dan efisien. Para pejabat administrator juga menjadi jembatan antara pimpinan tinggi dan pelaksana teknis di lapangan.

Lebih lanjut, Gubernur Banten menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi bersama DPRD tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam rencana tersebut, terdapat delapan program prioritas pembangunan, yaitu: Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.

“Melalui kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah, indikator makro pembangunan Provinsi Banten diharapkan semakin meningkat secara berkesinambungan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah isu strategis seperti peningkatan laju pertumbuhan ekonomi (LPE), penurunan angka kemiskinan, serta pengurangan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Menurutnya, hal itu memerlukan integrasi perencanaan dan penganggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin serta optimalisasi investasi lintas sektor, mulai dari pertanian hingga layanan keuangan.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Banten Untung Saritomo melaporkan bahwa PKA Angkatan X dan XI diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri dari 12 ASN Pemprov Banten dan 68 ASN dari delapan kabupaten/kota se-Banten. Pelatihan ini berlangsung dari 18 Juni hingga 29 Oktober 2025 dengan metode blended learning atau kombinasi pembelajaran klasikal dan daring.

“Selama 129 hari, peserta akan menjalani 18 hari pembelajaran klasikal dan 87 hari non-klasikal secara online,” jelas Untung.

Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak pemimpin birokrasi tingkat menengah yang andal, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pembangunan di Provinsi Banten.(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button