Hamka Fokus Porprov, Penjaringan Ketua Baru Masih Teka-Teki?

TERASBANTEN.ID,TANGSEL – Di tengah sorotan publik soal kepastian suksesi kepemimpinan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan belum menunjukkan pergerakan signifikan dalam proses penjaringan ketua baru. Sementara masa jabatan akan berakhir pada November mendatang, Ketua KONI saat ini, Hamka Handaru, mengaku masih fokus penuh pada persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Selasa (01/06).
“Tim penjaringan sudah dibentuk, tapi memang belum bergerak. Artinya belum ada pembukaan pendaftaran,” ujar Hamka saat dikonfirmasi awak media.
Hamka menyebutkan bahwa meski agenda penjaringan telah ditetapkan pada tahun ini sesuai hasil rapat kerja, pelaksanaannya belum memiliki tanggal pasti. Namun, ia memperkirakan tahapan tersebut kemungkinan besar akan dimulai pada bulan Agustus.
“Kalau saya bilang Agustus, tapi nanti tim penjaringan bilang belum, jadi enggak enak juga. Tapi kira-kira sih Agustus sudah mulai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penundaan ini bukan karena unsur kesengajaan, tetapi karena tim yang dibentuk memang belum menetapkan jadwal resmi. Dalam struktur tim penjaringan, terdiri dari lima orang: dua perwakilan dari cabang olahraga (cabor) dan tiga dari unsur KONI. Untuk perwakilan cabor, disebut berasal dari Kempo dan Petanque. Sementara tiga dari unsur KONI belum diumumkan secara resmi.
“Timnya itu terdiri dari dua cabor dan tiga dari KONI. Cabor yang sudah ada itu Kempo dan Petanque, tapi dari KONI-nya belum kami bentuk,” ungkap Hamka.
Ketika ditanya apakah dirinya akan kembali maju sebagai calon Ketua KONI untuk periode berikutnya, Hamka belum memberikan jawaban tegas. Ia memilih untuk tetap fokus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu, khususnya dalam mempersiapkan Porprov.
“Saya sih lebih fokus menyelesaikan Porprov ini dulu. Kalau saya sekarang sudah sibuk sana-sini bicara pencalonan, saya menyalahi amanat,” tegasnya.
Meski demikian, ia menyatakan siap jika memang kembali dipercaya oleh para pengurus cabor. Baginya, keputusan untuk maju bukan mutlak berasal dari dirinya, melainkan dari suara para pemilik hak pilih dan dukungan dari para pemangku kepentingan olahraga di Tangsel.
“Kalau teman-teman cabor merasa saya layak dan selama ini bisa memberikan yang terbaik, silakan. Kalau tidak, saya juga tidak apa-apa. Saya ini sudah pensiun, tinggal menikmati hidup,” katanya sambil tersenyum.
Hamka juga menekankan bahwa pemilihan ketua KONI harus tetap berjalan sesuai aturan yang ada. Meskipun sempat muncul wacana perpanjangan masa jabatan dengan alasan kesinambungan Porprov, menurutnya hal tersebut tidak memungkinkan karena kegiatan Porprov akan berlangsung di tahun berbeda dari masa kepengurusan saat ini.
“Kalau diperpanjang di tahun yang sama itu boleh, sesuai ADRT. Tapi karena ini sudah masuk ke tahun berbeda, maka tidak bisa,” tandasnya.
Seiring makin dekatnya akhir tahun, dinamika di internal KONI Tangsel dipastikan akan semakin menghangat. Namun hingga kini, publik masih menanti kejelasan kapan penjaringan resmi akan dimulai dan siapa saja figur yang akan muncul sebagai kandidat kuat pengganti Hamka. /h3n.



