Kolaborasi OtoZone 2025, Strategi Tangsel Tingkatkan Pendapatan Pajak Daerah

TERASBANTEN.ID, TANGSEL– Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat. Salah satu upaya kreatif yang dilakukan adalah melalui pameran otomotif Tangsel OtoZone 2025, hasil kolaborasi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan dan Bapenda Provinsi Banten, yang digelar di Bintaro Xchange Mall, Jumat (10/10/2025).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut OtoZone 2025 bukan sekadar ajang pamer mobil, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran pajak masyarakat serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor kendaraan bermotor.
“OtoZone ini bukan hanya pameran otomotif. Ini bagian dari upaya kita untuk mendorong pelayanan administratif terkait pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama, yang kini juga menjadi bagian kewenangan daerah. Ini langkah konkret dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemkot Tangsel memiliki porsi dalam pengelolaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang sebelumnya dikelola penuh oleh Pemprov Banten.
“Mulai tahun 2025, Tangsel ikut berperan langsung mengoptimalkan pendapatan dari pajak kendaraan. Ini momentum penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tambahnya.
Sebagai bentuk stimulus, Pemkot Tangsel juga memberikan diskon besar bagi wajib pajak PBB yang masih menunggak.
“Kami berikan diskon 75 persen untuk tunggakan tahun 2014 ke bawah, dan 30 persen untuk tahun 2015 sampai 2024. Silakan manfaatkan kesempatan ini agar kita bisa bersama-sama meningkatkan PAD,” terang Benyamin.
Ia menegaskan, berbagai layanan digital juga telah disiapkan agar masyarakat bisa membayar pajak secara cepat, mudah, dan transparan.
“Kami ingin menumbuhkan kebiasaan bahwa membayar pajak adalah bagian dari gaya hidup warga kota modern,” katanya.
Selain menjadi ajang promosi dan edukasi, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembayaran pajak, memperluas kesadaran fiskal, dan memperkuat ekonomi daerah.
“Melalui inovasi, kolaborasi, dan kesadaran membayar pajak, Tangsel akan terus tumbuh sebagai kota modern yang berdaya saing dan sejahtera,” tutup Benyamin Davnie.
Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Banten H. Dimyati Natakusumah mengapresiasi langkah inovatif Pemkot Tangsel dalam mengaitkan kegiatan otomotif dengan upaya peningkatan kesadaran pajak.
“Acara seperti ini luar biasa. Penyelenggaranya pemerintah, didukung oleh industri otomotif dan lembaga pembiayaan. Banyak manfaatnya, terutama bagi konsumen yang bisa mendapat edukasi, informasi, bahkan hiburan,” ujar Dimyati.
Menurutnya, kegiatan seperti OtoZone tidak hanya mendongkrak sektor otomotif, tetapi juga memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Provinsi Banten unggul dalam pencapaian pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya pajak untuk pembangunan daerah,” jelasnya.
Dimyati menambahkan, pertumbuhan penjualan kendaraan juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Semakin banyak kendaraan terjual, opsen pajak daerah juga meningkat. Tapi yang paling penting, pajak ini kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan dan program pembangunan,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah tetap mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, meskipun pendapatan dari pajak kendaraan listrik lebih kecil.
“Kendaraan listrik tetap kita dorong karena ramah lingkungan. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan Tangsel OtoZone 2025 sendiri berlangsung selama tiga hari, menghadirkan produsen otomotif bertempat di Mall kawasan Bintaro / h3n


