TANGSEL

Benyamin Davnie Resmikan Sekolah Ibu Dorong Perempuan Tangsel Semakin Berdaya

Reporter Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, SERPONG — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meresmikan Sekolah Ibu yang berada di wilayah Lengkong, Serpong, sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan perempuan serta masyarakat kurang beruntung. Program yang digagas oleh organisasi perempuan dan Yayasan Rumah Indria ini menjadi wadah baru untuk meningkatkan literasi, keterampilan dasar, hingga kemandirian ekonomi.

Dalam sambutannya, Benyamin menegaskan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan dukungan pendidikan nonformal untuk mengatasi hambatan sosial, ekonomi, hingga persoalan kekerasan dalam rumah tangga.

“Masih banyak masyarakat kita yang kurang beruntung karena berbagai faktor. Saya berharap Sekolah Ibu ini menjadi solusi bagi kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan ruang belajar dan pemberdayaan,” ujar Benyamin.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas dinas, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat, agar setiap peserta mendapatkan akses pengetahuan yang lebih komprehensif. Menurutnya, banyak program pemerintah kota yang bisa diintegrasikan dengan kegiatan Sekolah Ibu.

“Kolaborasinya bisa dengan Dinas Kesehatan untuk promosi dan preventif kesehatan, Dinas Tenaga Kerja karena kita punya program D3, serta Dinas Pemberdayaan yang memiliki banyak program yang bisa menyentuh masyarakat di sini,” jelasnya.

Sekolah Ibu ini diisi oleh pengajar sukarelawan seperti Ibu Lily, Ibu Elvita, hingga para relawan yang mampu mengajar keterampilan menulis, membaca, bahasa asing, hingga pelajaran agama. Benyamin menegaskan bahwa semua anak dan masyarakat dapat difasilitasi tanpa melihat asal-usul administratif.

“Jangan lihat KTP-nya dari mana. Selama mau belajar, fasilitasi saja. Rezekinya nanti ada jalannya. Yang penting jangan langsung minta anggaran, tumbuhkan kreativitas dulu,” ucapnya.

Wali Kota juga mengapresiasi kreativitas kaum perempuan Tangsel yang menggagas program ini. Ia menyebut langkah tersebut sebagai energi baru dalam memajukan pendidikan informal di tingkat komunitas.

“Kami tentu menghargai gagasan yang sangat baik ini. Ini menjadi batu loncatan bagi kemajuan masyarakat Tangerang Selatan,” kata Benyamin.

Ia berharap Sekolah Ibu terus berkembang dan menjadi model pendidikan alternatif yang tidak terpaku pada gedung formal. Menurutnya, konsep belajar bisa lebih fleksibel, seperti homeschooling dan ruang belajar komunitas.

Di akhir acara, Benyamin menyampaikan optimisme bahwa program ini akan menjadi pusat pemberdayaan yang lahir dari kreativitas perempuan Tangsel dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh penggagas dan pengajar. Ini langkah besar bagi pemberdayaan perempuan di Tangerang Selatan,” tutupnya, H3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button