
TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan distribusi air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. Hingga 9 Oktober 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 2.061.500 liter, dengan jumlah titik terdampak bertambah menjadi 46 titik yang tersebar di sembilan kelurahan. Sabtu 10/10/2026.
Penambahan titik terdampak terjadi di RT 006 RW 004, Kelurahan Babakan. Dengan demikian, jumlah warga yang membutuhkan bantuan air bersih meningkat menjadi 1.749 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 6.222 jiwa.
Komandan Pleton (Danton) Dian Wiryawan BPBD Tangsel mengatakan, pada Kamis, 9 Oktober 2026, pihaknya kembali mendistribusikan sebanyak 50.500 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di 14 RT terdampak.
“Pada 9 Oktober kemarin, kami menyuplai 50.500 liter air bersih untuk 14 RT terdampak. Dengan penambahan tersebut, total distribusi air bersih yang sudah disalurkan hingga 9 Oktober 2026 mencapai 2.061.500 liter,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran air bersih masih difokuskan di sembilan kelurahan yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Setu dan Kecamatan Serpong. Distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat kekeringan.
Adapun sembilan kelurahan tersebut meliputi Keranggan, Bakti Jaya, Kademangan, Muncul, Babakan, Setu, Serpong, Buaran, dan Lengkong Gudang.
Berdasarkan data pemetaan BPBD Tangsel, Kelurahan Keranggan menjadi salah satu wilayah dengan sebaran titik kekeringan terbanyak, yakni 16 titik. Selanjutnya, Kademangan tercatat 11 titik, sedangkan Kelurahan Setu dan Buaran masing-masing empat titik.
Sementara itu, Kelurahan Muncul dan Babakan masing-masing mencatat dua titik, sedangkan Kelurahan Bakti Jaya, Serpong, dan Lengkong Gudang masing-masing satu titik. Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam pemetaan kebutuhan serta penyaluran bantuan air bersih kepada warga.
Dalam pelaksanaan distribusi selama dua pekan terakhir, BPBD Tangsel juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Dalam pendistribusian air bersih selama dua minggu terakhir, kami dibantu mobil tangki dari DCKTR Tangsel, DLH Tangsel, Sinar Mas Land, dan Damkar Tangsel,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Dengan dukungan armada dari berbagai pihak, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat terus terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
BPBD Tangsel terus melakukan penyaluran bantuan berdasarkan titik-titik terdampak yang telah dipetakan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar kebutuhan warga dapat terdata dan penanganan bisa dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Hingga 9 Oktober 2026, total distribusi air bersih telah mencapai lebih dari 2 juta liter, untuk membantu 1.749 KK atau 6.222 jiwa yang tersebar di 46 titik kekeringan di sembilan kelurahan wilayah Kecamatan Setu dan Serpong./h3n



