TANGSEL

Pemkot Tangsel Cetak DKM Tangguh Lewat Program Masjid Indonesia Berdaya Akademi

Reporter : Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGSEL,- Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan umat. Melalui kerja sama dengan Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), Pemkot meluncurkan program Masjid Indonesia Berdaya Akademi—pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Minggu (07/12/2025).

Selama tiga hari, perwakilan dari 15 masjid terpilih mengikuti rangkaian pembelajaran yang digelar langsung di kompleks MRBJ, dengan pendekatan pelatihan yang jauh lebih modern dan aplikatif.

Kepala Bagian Kesra Setda Tangsel, Rizqiyah, menyebut program ini disusun agar masjid tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjadi pusat ekosistem ekonomi dan sosial di wilayahnya masing-masing.

“DKM dari 15 masjid nanti belajar banyak hal, mulai dari manajemen masjid, pengelolaan wakaf dan infak, sampai bagaimana masjid bisa mencari donatur. Mereka juga diajarkan pemanfaatan teknologi termasuk AI,” ujar Rizqiyah.

Program ini diminati luas. Total 40 masjid mendaftar melalui skema open registration MRBJ, termasuk beberapa dari luar Tangsel. Namun Pemkot hanya mengambil 15 masjid yang dinilai paling siap menjalani pelatihan mendalam.

“Yang dari luar Tangsel kita keluarkan dulu karena fokus kita untuk masjid-masjid di Tangsel. Pesertanya kita seleksi dan analisa,” bebernya.

Rizqiyah menjelaskan, MRBJ bukan sekadar tempat pelatihan, tetapi juga memiliki tenaga pengajar berpengalaman yang telah mengisi pelatihan di berbagai provinsi seperti Lampung, Bangka Belitung, hingga Kalimantan Selatan. “Sayang kalau SDM seperti ini tidak dimanfaatkan oleh kita sendiri,” ujarnya.

Ke-15 masjid peserta merupakan representasi dari seluruh kecamatan di Tangsel, termasuk Masjid Nurul Islam, Baitur Rahman, Zaratul Mutmainah, Al-Fajar Permata Pamulang, Jami Al-Muhajirin, Jami Nurul Yaqin, Al-Mu’awwanah, Islamic Center Al-Aman, Al-Lawzah, Al-Ijtihad, dan sejumlah masjid lainnya.

Pelatihan tidak berhenti pada tiga hari agenda utama. Pemkot Tangsel menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan materi benar-benar diterapkan di masing-masing masjid.

“Kita ingin masjid-masjid ini benar-benar bisa menerapkan apa yang dipelajari. Nanti akan ada pembinaan lanjutan,” kata Rizqiyah.

Rizqiyah berharap program ini dapat menjadi pemantik lahirnya masjid-masjid unggulan baru, yang memiliki tata kelola modern dan mampu memberdayakan masyarakatnya.

“Harapan kita bukan hanya MRBJ yang jadi percontohan, tetapi muncul MRBJ–MRBJ baru di Tangsel. Yang punya kemauan, silakan ikut. Kita buka peluang bagi masjid yang mau belajar,” tutupnya./h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button