
TERASBANTEN.ID, Serang – Program unggulan Sekolah Gratis yang digagas Gubernur Banten Andra Soni dinilai berhasil menghapus budaya titip-menitip siswa pada SMA dan SMK Negeri di Provinsi Banten. Kamis (13/02/2026).
Selama setahun menjabat, Andra Soni disebut mampu membenahi berbagai persoalan pendidikan, mulai dari polemik PPDB, keterbatasan daya tampung, infrastruktur sekolah, hingga tata kelola sumber daya manusia.
Kepala SMAN 1 Ciruas, Mulyadi, mengatakan kepala sekolah kini dapat bekerja lebih tenang karena diminta fokus menjalankan aturan tanpa tekanan pihak mana pun. Gubernur Andra Soni, kata dia, bahkan secara langsung memberikan perlindungan kepada pihak sekolah dalam menjalankan prosedur yang berlaku.
“Jadi kami juga merasa enak menjalankannya. Tidak ada beban dan hanya fokus pada aturan yang ada. Apalagi Pak Gubernur Andra Soni langsung yang melindungi, yang berada di belakang kita,” ujar Mulyadi, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, persoalan utama PPDB selama ini adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri, sementara masyarakat cenderung memilih sekolah negeri karena faktor biaya gratis. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum tertentu dengan memanfaatkan kedekatan kekuasaan.
Namun, sejak diberlakukannya program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta, orang tua kini memiliki alternatif dengan fasilitas setara sekolah negeri.
“Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta ini memberikan pemerataan pendidikan yang berkeadilan. Para orang tua tidak lagi perlu khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri, karena mereka bisa sekolah di swasta dengan mendapatkan fasilitas yang setara,” jelasnya.
Selain itu, kebijakan penempatan kepala sekolah dan guru sesuai domisili juga dinilai menjadi solusi perbaikan tata kelola SDM. Menurut Mulyadi, banyak kepala sekolah yang selama ini bertugas jauh dari tempat tinggalnya sehingga kurang efektif.
“Kebijakan ini mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat terutama para pendidik dan tenaga kependidikan di Provinsi Banten,” katanya.
Dalam aspek infrastruktur, Andra Soni juga memberi perhatian pada kebersihan toilet dan kelayakan ruang kelas. Jumlah siswa dalam satu kelas ditegaskan tidak boleh melebihi 36 orang agar proses belajar mengajar tetap efektif.
Program Sekolah Gratis ini disebut menjadi langkah strategis Pemprov Banten dalam mewujudkan pemerataan pendidikan yang adil dan transparan.




