TANGSEL

Aset Belum Diserahkan, Penanganan Banjir di Perumahan Terhambat

Reporter: Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Penanganan banjir di sejumlah kawasan perumahan di Kota Tangerang Selatan masih menghadapi kendala serius. Salah satu penyebab utamanya adalah belum diserahkannya aset oleh pihak pengembang kepada pemerintah daerah. Rabu (08/04/2026).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa keterlambatan serah terima aset membuat pemerintah tidak dapat melakukan intervensi secara maksimal.

“Kalau asetnya belum diserahkan, secara aturan kami tidak bisa masuk untuk melakukan penanganan. Ini yang menjadi kendala di lapangan,” ujarnya. Kepada terasbanten.id di Puspemkot Tangsel.

Menurut Pilar, pemerintah sebenarnya telah mengidentifikasi berbagai persoalan banjir di kawasan perumahan, mulai dari saluran air yang tidak terintegrasi hingga kapasitas drainase yang tidak memadai.

Namun, tanpa status aset yang jelas, upaya perbaikan seperti normalisasi saluran, pembangunan drainase, hingga pemasangan pompa air tidak bisa dilakukan secara langsung.

“Kalau sudah diserahkan, kita bisa langsung intervensi. Tapi kalau belum, tentu ada batasan secara regulasi,” jelasnya.

Pemkot Tangsel kini tengah mendorong percepatan proses serah terima aset perumahan, khususnya yang secara administrasi sudah memenuhi syarat.

Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat segera mengambil alih pengelolaan infrastruktur dasar, termasuk sistem drainase yang menjadi kunci penanganan banjir.

“Kita sedang koordinasi dengan bagian aset untuk mempercepat proses ini. Supaya penanganan bisa segera dilakukan,” kata Pilar.

Selain mendorong serah terima, Pemkot juga menegaskan bahwa pengembang tetap memiliki tanggung jawab terhadap infrastruktur yang belum diserahkan.

Jika ditemukan masalah seperti penyempitan drainase atau pembangunan yang tidak sesuai izin, pengembang diminta untuk segera melakukan perbaikan.

“Selama belum diserahkan, itu masih menjadi tanggung jawab pengembang. Mereka harus memastikan infrastrukturnya berfungsi dengan baik,” tegasnya.

Pilar menambahkan, persoalan banjir di kawasan perumahan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan pengembang, serta integrasi sistem drainase antarwilayah.

Dengan percepatan serah terima aset dan komitmen bersama, diharapkan penanganan banjir di Kota Tangerang Selatan dapat dilakukan lebih optimal dan menyeluruh.

“Kalau semua sudah clear, kita bisa bergerak cepat. Targetnya penanganan banjir ini bisa lebih efektif ke depan,” pungkasnya. /h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button