TANGSEL

Gebyar Lansia Tangsel, 35 Pos Lansia Siap Dibentuk

Reporter: HENDRA JAYA

TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui kegiatan Gebyar Lansia bertajuk Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional. Rabu (22-04/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Tim Kerja (Timja) Pelayanan Kesehatan Tradisional ini diikuti sebanyak 280 lansia dengan mengusung tema “Lansia Gagah dan Produktif”, sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kelompok usia lanjut.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lansia yang masuk dalam kategori rentan.

“Komposisi penduduk kita sekitar 72 persen merupakan usia produktif, sementara sisanya adalah kelompok usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. Lansia ini termasuk kelompok dengan tingkat ketergantungan, sehingga pemerintah wajib hadir memastikan kesehatannya,” ujarnya.

Menurut Benyamin, meningkatnya angka harapan hidup harus dibarengi dengan kualitas hidup yang baik, agar lansia tetap aktif dan berdaya di tengah masyarakat.

“Usia boleh bertambah, tetapi peran sosial tidak boleh hilang. Lansia tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, baik di lingkungan keluarga maupun sosial,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi para lansia dalam pembangunan Kota Tangerang Selatan yang selama ini terus aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi para lansia yang terus membersamai pembangunan kota ini. Peran ibu dan bapak semua sangat dirasakan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Benyamin turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

“Mari kita jaga pola makan, jaga pikiran, dan tetap bahagia. Dengan begitu kita bisa terus bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan lansia.

“Hari ini kita memastikan kesehatan lansia tetap optimal. Selain pemeriksaan kesehatan, juga diberikan edukasi terkait pemanfaatan herbal dan teknik akupresur sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah lansia di Tangerang Selatan saat ini mencapai sekitar 172.423 orang. Oleh karena itu, berbagai program terus dihadirkan untuk menjangkau kelompok tersebut secara luas.

“Pelayanan kesehatan terus kita hadirkan, baik di puskesmas, rumah sakit, hingga berbasis rumah. Silakan masyarakat memanfaatkannya secara optimal,” ujarnya.

Program pelayanan kesehatan tradisional ini merupakan amanat RPJMD 2025–2029 sekaligus menjadi program prioritas Wali Kota, yang mendorong integrasi layanan kesehatan konvensional dan tradisional.

Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan edukasi dari narasumber kompeten terkait pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga), teknik akupresur sebagai pertolongan pertama, hingga pola hidup sehat bagi lansia.

Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan Tangsel juga akan membentuk 35 Pos Lansia pada tahun ini sebagai ruang aktivitas dan interaksi sosial bagi lansia di tingkat komunitas.

“Kegiatannya meliputi olahraga, makan bersama, pemberian makanan tambahan, konsultasi psikolog, hingga interaksi sosial antar lansia. Ini penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,” terang Allin.

Pos Lansia tersebut akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti balai warga maupun posyandu, dengan jadwal kegiatan di luar pelayanan posyandu.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap lansia dapat tetap sehat, mandiri, bahagia, serta terus berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat./h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button