TANGSEL

Gebyar Tangsel Berzakaat, Benyamin Davnie Tegaskan Peran Zakat sebagai Solusi Sosial di Luar APBD

Reporter : Hendra Jaya

TETRASBANTEN.ID TANGSEL– Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan menggelar Gebyar Tangsel Berzakat di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel. Acara ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan sosial dan spiritual umat. Selasa (6/5).

Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen yang sangat strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang tidak tertangani secara optimal oleh APBD.

“Kita punya lebih dari 1,5 juta jiwa di Tangsel. Tingkat pengangguran kita 2,8 persen, angka kemiskinan 1 persen, bahkan kemiskinan ekstrem di bawah 1 persen. Tapi itu tidak berarti kita lepas dari tanggung jawab. Masih banyak warga, termasuk lansia dan kelompok rentan lainnya, yang harus kita perhatikan secara serius,” ujar Benyamin.

Ia menambahkan bahwa kemiskinan di Tangsel tidak selalu karena faktor ekonomi atau struktural. “Ada kemiskinan kultural yang juga menjadi tantangan. Maka, tugas pemerintah adalah bukan hanya menyalurkan bantuan, tapi juga mengubah cara pandang dan membangkitkan kemandirian,” lanjutnya.

Walikota juga menyinggung peran zakat sebagai solusi alternatif di luar pembiayaan APBD.
“Masyarakat sering berpikir APBD adalah satu-satunya solusi. Padahal, kita punya potensi sosial luar biasa. Zakat, infak, dan sedekah jika dikelola dengan baik, bisa menjadi kekuatan besar yang mendorong kemajuan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Sementara ditempat yang sama, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Subhan, menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya ibadah personal, melainkan instrumen strategis dalam menanggulangi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tapi juga solusi nyata untuk kemanusiaan. Melalui pengelolaan yang profesional dan transparan, zakat bisa menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi,” ujar Subhan dalam kegiatan Gebyar Tangsel Berzakat.

Ia melaporkan bahwa sejak tahun 2022 hingga 2024, BAZNAS Tangsel telah berhasil menghimpun dana hingga lebih dari Rp27 miliar dan menyalurkannya kepada 26.627 mustahik di lima bidang utama: kemanusiaan, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan ekonomi.

“Kami ingin menjadikan zakat sebagai instrumen pelengkap pembangunan, bukan sekadar pelengkap seremoni. Setiap rupiah yang terkumpul, kami kelola dengan penuh tanggung jawab dan semangat amanah,” tegas Subhan.

Ia juga menambahkan, target pengumpulan zakat pada tahun 2025 ini adalah sebesar Rp17 miliar, dan hingga bulan Mei, telah terkumpul lebih dari Rp8 miliar.

“Ini capaian yang membanggakan sekaligus menjadi tantangan agar kami terus bekerja lebih baik. Dukungan masyarakat, ASN, lembaga pendidikan, kesehatan, hingga kecamatan sangat penting agar zakat makin mengakar dalam budaya kita,” tutupnya.

Acara tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah instansi dan tokoh atas kontribusinya dalam pengumpulan zakat. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Sekretariat Daerah, RSU Tangsel, Kecamatan Serpong Utara, Yayasan Laju Peduli, Kementerian Agama Tangsel, serta individu seperti Bapak Bambang Nurcahyo dan Bapak H. Ahmad Rifaudin. /H3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button