Dari Ciputat ke Tingkat Nasional, Poskamling RW 10 Andalkan Inovasi Digital
Reporter: Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGSEL – Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) RW 10 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, berhasil mencuri perhatian hingga tingkat nasional. Poskamling yang menggabungkan sistem ronda konvensional dengan teknologi digital itu kini dipercaya mewakili Polda Metro Jaya dalam ajang Lomba Poskamling Tingkat Nasional. Kamis 4/6/2026.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga RW 10. Pasalnya, selain mengandalkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, poskamling ini juga didukung aplikasi digital bernama posTen-Centre (Terhubung, Terintegrasi, Terpelihara) yang dikembangkan secara swadaya oleh warga.
Ketua RW 10 Cipayung, Mulyadi Widodo, menjelaskan aplikasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keamanan lingkungan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
“Administrasi peralatan, personel, penjadwalan hingga seluruh rekam tindakan keamanan sudah terdokumentasi dan tersistem dengan baik dalam satu aplikasi,” ujar Mulyadi, Kamis (4/6/2026).
Melalui aplikasi itu, warga dapat mengakses berbagai layanan keamanan secara cepat dan terintegrasi. Salah satu fitur unggulannya adalah panic button yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gangguan hewan berbisa, maupun situasi mendesak lainnya.
“Laporan yang masuk akan langsung diteruskan kepada petugas untuk ditindaklanjuti, sementara warga dapat memantau proses penanganannya secara real time,” katanya.
Selain berfungsi sebagai sistem keamanan, aplikasi tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara warga dan pengurus lingkungan. Berbagai usulan, masukan, hingga laporan warga dapat disampaikan secara langsung, sementara pengurus RT dan RW dapat menyebarkan informasi dengan lebih cepat dan terorganisir.
Mulyadi mengungkapkan aplikasi tersebut baru diterapkan sekitar dua bulan terakhir dan masih digunakan di lingkungan RW 10. Namun, pihaknya berharap sistem tersebut dapat diperluas dan diterapkan di wilayah lain karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Kalau nanti bisa diterapkan di RW-RW lain, saya kira akan lebih bagus karena manfaatnya cukup besar bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Ciputat, Bambang Askar Sodiq, mengatakan Poskamling RW 10 berhasil lolos melalui berbagai tahapan seleksi mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda Metro Jaya sebelum akhirnya terpilih menjadi wakil pada lomba tingkat nasional.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri. Atas dukungan seluruh warga, tokoh masyarakat, RT, RW, lurah hingga camat, Poskamling RW 10 terpilih mewakili Polda Metro Jaya pada lomba tingkat nasional,” kata Bambang.
Menurutnya, inovasi digital yang diterapkan tidak menghilangkan nilai-nilai siskamling yang selama ini menjadi budaya masyarakat. Sistem ronda malam dan penggunaan kentongan tetap dipertahankan sebagai bagian dari pengamanan lingkungan yang berjalan berdampingan dengan teknologi.
Bambang menjelaskan konsep Poskamling RW 10 juga tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata. Berbagai program pendukung seperti ketahanan pangan, layanan kesehatan, penanganan kedaruratan, pemberdayaan UMKM hingga pelayanan laporan warga turut menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat merasa aman dan nyaman di rumahnya sendiri. Partisipasi warga sangat terasa karena mereka terlibat langsung dalam menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Menjelang penilaian tingkat nasional, seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan terus mematangkan persiapan. Dengan kolaborasi yang telah terbangun, Poskamling RW 10 optimistis mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik Kota Tangerang Selatan di tingkat nasional.
“Kita tidak bisa berandai-andai, tetapi dengan persiapan yang maksimal dan dukungan seluruh stakeholder, insyaallah kita berharap bisa meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” pungkas Bambang./h3n


