811 Sekolah Terlibat, Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Sekolah Gratis di Banten

Gubernur Provinsi Banten Andra Soni saat memberi sambutan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Nusantara Plus, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (18/07). Foto : Suhendra Jaya (terasbanten.id)
TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Pemerintah Provinsi Banten resmi menggulirkan program sekolah swasta gratis yang melibatkan 811 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SKH di seluruh wilayah Banten. Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Nusantara Plus, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (18/07).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan buku rekening bantuan pendidikan kepada siswa-siswi sebagai bukti konkret penyaluran dana program sekolah gratis. Penyerahan buku rekening dilakukan bersamaan dengan penutupan MPLS, menandai dimulainya tahun ajaran baru dengan semangat pemerataan akses pendidikan.
“Dari awal, kita telah MoU dengan 811 sekolah di seluruh Provinsi Banten. Ini bentuk kerja sama, bukan program kuota. Sekolah menampung siswa sesuai kapasitas masing-masing,” ujar Gubernur Andra Soni dalam keterangannya kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa dalam program ini, komponen biaya utama seperti SPP dan uang gedung tidak boleh dibebankan kepada orang tua siswa.
“Yang jelas, SPP dipastikan gratis. Kalau ada sekolah yang masih mengenakan biaya, itu pelanggaran MoU dan bisa dikenai sanksi hukum. Ini bukan paksaan, tapi kesepakatan bersama,” tegasnya.
Gubernur juga memastikan bahwa meski program ini menyasar sekolah swasta, standar mutu pendidikan tetap menjadi prioritas. Ia menyebut, sekolah-sekolah swasta yang terlibat telah dinilai layak secara infrastruktur dan pengalaman pengelolaan pendidikan.
“Kalau dilihat dari gedungnya dan pengelolaan sekolahnya, ini layak. Kita punya keyakinan bahwa standar nasional yang disarankan pemerintah bisa dipenuhi,” tambahnya.
Menanggapi tingginya antusiasme masyarakat, Gubernur menyebut bahwa program sekolah swasta gratis akan terus dievaluasi dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
“Program ini pasti kita evaluasi dan awasi. Tahun depan bisa kita perbaiki dan tingkatkan lagi,” ucap Gubernur.
Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten atas peluncuran program ini.
“Meskipun pendidikan SMA menjadi tanggung jawab provinsi, siswa-siswanya adalah warga Tangsel. Maka kami sangat mengapresiasi program Pak Gubernur ini,” ujarnya.
Pilar menjelaskan bahwa di Kota Tangerang Selatan sendiri, Pemerintah Kota juga sudah menerapkan program serupa di jenjang SMP dengan menggandeng sekolah swasta. Ia menilai langkah ini sangat tepat karena jumlah sekolah negeri belum mencukupi kebutuhan.
“Sekolah swasta bisa menjadi solusi untuk memastikan seluruh anak mendapat akses pendidikan. Apalagi dengan standar mutu yang dijaga dan batas maksimal siswa per kelas ditentukan, ini langkah yang baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut program ini berpotensi mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah di Banten.
“Di Tangsel, pendidikan 12 tahun sudah tercapai. Tapi di beberapa daerah lain di Banten masih di angka 10 atau 11 tahun. Program ini bisa mendorong naik ke 13 atau 14 tahun. Masyarakat bisa lebih mudah melanjutkan ke D3 atau S1,” ujarnya optimistis. / h3n.



