RSU Kota Tangsel Gelar Donor Darah Serentak Nasional: “Sehat untuk Semua, Berdaya untuk Sesama”

TERASBANTEN.ID, TANGSEL — Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-25 Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) serta Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan donor darah massal bertema “Sehat untuk Semua, Berdaya untuk Sesama”, Senin (03/ 10/2025).
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Rumah Sakit Daerah (RSUD) di Indonesia. Aksi donor darah bersama ini digagas oleh ARSADA sebagai bentuk sinergi antar-RSUD dan juga sebagai upaya mencatatkan Rekor MURI untuk jumlah donor darah terbanyak secara nasional.
Menurut dr. Lanna Marita MARS, Kepala Bidang Pelayanan Medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan
salah satu penanggung jawab kegiatan dari RSU Tangsel, pelaksanaan donor darah kali ini menjadi momen istimewa karena tidak hanya memperingati HKN, tetapi juga menjadi bagian dari tonggak sejarah perjalanan ARSADA.
“Insya Allah kegiatan donor darah seperti ini kami laksanakan setiap tahun. Biasanya dalam rangka Hari Kesehatan Nasional dan juga HUT Kota Tangerang Selatan. Namun tahun ini lebih istimewa karena bertepatan dengan 25 tahun berdirinya ARSADA,” jelasnya.
Lanna menuturkan, kegiatan donor darah di RSU Tangsel menargetkan 200 pendonor, sesuai ketentuan ARSADA yang menargetkan jumlah sama untuk setiap rumah sakit daerah di Indonesia. Secara nasional, total target donor darah yang ingin dicapai mencapai 6.000 kantong darah agar dapat tercatat dalam rekor MURI.
“Target nasionalnya adalah 6.000 kantong darah. Untuk RSU Tangsel sendiri kami menargetkan 200 pendonor. Semua rumah sakit daerah berpartisipasi serentak, dan hasilnya nanti akan dijumlahkan secara nasional,” terangnya.
Lebih lanjut, Lanna menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hingga siang hari, tercatat 86 orang sudah mendaftar, dan sekitar 30 kantong darah telah berhasil dikumpulkan.
“Peserta donor darah terdiri dari pegawai rumah sakit dan masyarakat umum. Jadi siapa pun boleh ikut. Silakan datang langsung ke lantai 8 RSU Tangsel. Pelaksanaannya hanya satu hari, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 siang,” jelasnya.
Proses pendaftaran, lanjut Lanna dilakukan dengan cara online melalui tautan Google Form, namun pihak rumah sakit juga menerima pendaftar onsite agar memudahkan masyarakat yang datang langsung.
“Awalnya kami membuka pendaftaran lewat link Google Form, tapi sampai saat ini bagi masyarakat yang datang langsung juga tetap kami layani. Kami ingin kegiatan ini benar-benar inklusif dan terbuka untuk semua,” ujarnya.

Terkait pemilihan donor darah sebagai kegiatan utama, dr. Lana menjelaskan bahwa aksi sosial ini memiliki makna ganda, yakni sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus langkah nyata menjaga kesehatan bersama.
“Kegiatan donor darah dipilih karena dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk mencapai rekor MURI. Dari sisi kesehatan, donor darah membuat tubuh menjadi lebih prima, lebih fit. Dari sisi sosial, kegiatan ini bentuk kepedulian kita kepada sesama. Kita memberikan sesuatu yang berharga bagi orang yang membutuhkan,” ungkapnya dengan senyum hangat.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi target angka, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi antar-rumah sakit daerah.
“Momentum 25 tahun ARSADA ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antar-RSUD di seluruh Indonesia. Harapannya, kerja sama dan kebersamaan kita sebagai sesama rumah sakit daerah semakin terlihat nyata. Dengan semangat itu, mudah-mudahan target rekor MURI bisa tercapai,” tutur Lanna optimistis.
Kegiatan donor darah ini menjadi wujud nyata bahwa semangat “Sehat untuk Semua, Berdaya untuk Sesama” bukan sekadar slogan, melainkan aksi bersama untuk menebarkan kepedulian dan memperkuat nilai kemanusiaan di seluruh rumah sakit daerah di Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat luas, baik bagi penerima darah maupun bagi seluruh masyarakat. Donor darah bukan hanya tentang memberi, tapi juga tentang menjaga kehidupan,” tutupnya
Ditempat kegiatan salah satu pendonor darah, Syahriza, wartawan media lokal di Tangerang Selatan, turut membagikan pengalamannya. Ia mengaku melalui sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum dinyatakan layak menjadi pendonor.
“Sebelum donor, kami dicek kadar hemoglobin (HB) dan tensi darah. Petugas juga menanyakan jam tidur dan istirahat, untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar fit. Saya dinyatakan sehat, tekanan darah normal, dan tidak ada gangguan seperti asam urat,” ujar Syahriza.
Setelah proses donor selesai, seluruh peserta mendapatkan makanan bergizi dan minuman penambah energi sebagai bentuk apresiasi dan menjaga kondisi tubuh pascadonor.
“Setelah donor, kami disuguhi makanan bergizi. Rasanya lega bisa ikut kegiatan seperti ini, selain membantu orang lain, tubuh juga terasa lebih segar dan ringan,” tandasnya. (ADV)


