
TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Ribuan jamaah memadati Masjid Al-I’tishom dalam Pengajian Gabungan BKMM dan DMI Kota Tangerang Selatan yang digelar bekerja sama dengan Koordinasi Majelis Taklim tingkat kota. Pada kesempatan ini, Kecamatan Serpong bertindak sebagai koordinator penyelenggara. Selasa (18/11/2025)
Koordinator panitia kegiatan, Syaifuddin, mengatakan bahwa antusiasme jamaah sangat luar biasa. Ribuan peserta datang dari berbagai wilayah Tangsel dan memenuhi seluruh area masjid. Ia menegaskan bahwa semangat jamaah ini menjadi bukti kuat bahwa pengajian masih menjadi ruang penting untuk memperkuat kebersamaan dan pemahaman keagamaan.
“Untuk kegiatan hari ini, ini adalah Pengajian Gabungan BKMM dan DMI Kota Tangerang Selatan, bekerja sama dengan Koordinasi Majelis Taklim tingkat kota. Pada kesempatan ini, Kecamatan Serpong menjadi koordinator penyelenggara. Kalau dilihat dari jumlah jamaah yang hadir, sangat banyak, ribuan jamaah memenuhi Masjid Al-I’tishom. Ini menunjukkan antusiasme majelis taklim di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk terus semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan. “Pesan saya kepada seluruh jamaah, mari semakin semangat mengikuti pengajian. Semoga pengajian-pengajian berikutnya semakin ramai dan semakin banyak jamaah yang hadir. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini membawa keberkahan bagi jamaah, bagi majelis taklim, dan tentunya bagi wilayah Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.
Koordinator panitia kegiatan, Syaifuddin, menilai bahwa Pengajian Gabungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat keimanan, tetapi juga ruang yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada para orang tua. Ia menyebut bahwa di tengah meningkatnya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan pada anak, majelis taklim dapat berperan sebagai kanal edukasi yang menanamkan nilai akhlak dan kepedulian sosial kepada jamaah.
Menurutnya, pembinaan terhadap anak tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Orang tua, keluarga besar, hingga lingkungan sekitar harus ikut terlibat dalam mengawasi dan memberikan teladan yang baik. Melalui kegiatan pengajian yang melibatkan ribuan jamaah ini, ia berharap pesan tentang pentingnya menjaga anak dari perilaku kekerasan bisa tersampaikan lebih luas dan dipahami dengan serius.
“Sekarang banyak kasus bullying yang muncul karena kita kurang mengawasi anak-anak, kurang memberikan ruang dialog, dan kurang menanamkan akhlak sejak dini. Dengan pengajian seperti ini, para orang tua bisa saling mengingatkan bahwa pembinaan akhlak itu wajib dimulai dari rumah. Lingkungan harus ikut menjaga, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban maupun pelaku,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa majelis taklim memiliki peran strategis dalam menyebarkan pesan pencegahan kekerasan terhadap anak karena jamaahnya didominasi orang tua, khususnya para ibu. “Di sini kita sama-sama belajar, saling menguatkan, dan saling menjaga. Mudah-mudahan lewat pengajian rutin seperti ini, kesadaran para orang tua semakin tinggi sehingga anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman, beretika, dan penuh kasih sayang,” ungkapnya.
Sebelumnya senada dengannya, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam membimbing anak, terutama dalam mencegah terjadinya perundungan (bullying). Menurutnya, pengajian menjadi ruang yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai akhlak bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
Benyamin menegaskan bahwa pembinaan anak harus dimulai sejak dini, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial. Ia menilai bahwa kasus bullying harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih besar.
“Kita harus memperkuat pengawasan dan pembinaan kepada anak-anak kita. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa arah. Lingkungan keluarga dan sekolah harus bekerja sama membentuk karakter yang baik, agar mereka terhindar dari perilaku negatif seperti bullying,” kata Benyamin.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Benyamin kembali mengingatkan pentingnya kekompakan masyarakat dalam menjaga generasi muda Tangsel. “Mari kita jaga bersama anak-anak kita. Insyaallah, kalau kita membina mereka dengan benar, masa depan Kota Tangerang Selatan akan lebih baik,” tutupnya./ H3an



