ADVERTORIALTANGSEL

Pemkot Tangsel Evaluasi CKG, Perkuat Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan

TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini penyakit. Selasa 15/9/2026

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pelaksanaan CKG tidak hanya berorientasi pada pencapaian jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan, tetapi juga bagaimana hasil pemeriksaan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Benyamin, pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mengidentifikasi faktor risiko maupun penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mengetahui kondisi masyarakat sejak awal. Kalau ditemukan ada faktor risiko atau penyakit, bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Benyamin, Senin (14/9/2026).

Hingga akhir Agustus 2026, capaian Program CKG di Kota Tangerang Selatan telah mencapai 53 persen dari sasaran. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian 48 persen pada 24 Agustus 2026.

Pemkot Tangsel terus mendorong agar cakupan pemeriksaan dapat mencapai 100 persen sasaran. Namun, seiring dengan peningkatan cakupan tersebut, kualitas pelaksanaan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan juga menjadi perhatian.

Untuk memastikan program berjalan semakin optimal, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan CKG pada 8–10 September 2026.

Evaluasi tersebut menjadi momentum untuk melihat perkembangan pelaksanaan CKG sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Salah satu fokusnya memastikan hasil pemeriksaan masyarakat tidak berhenti pada proses skrining, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai indikasi kesehatan masing-masing.

Kegiatan evaluasi melibatkan unsur Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan serta para penanggung jawab program dari UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan. Evaluasi juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan capaian dan pelaksanaan Program CKG di Kota Tangerang Selatan. Pembahasan kemudian mencakup evaluasi skrining dan tatalaksana penyakit tidak menular, strategi tindak lanjut, skrining kesehatan jiwa, hingga pelaksanaan dan tindak lanjut CKG di lingkungan sekolah.

Selain aspek pelayanan, pengelolaan data menjadi bagian penting dalam evaluasi. Penginputan data CKG umum maupun CKG sekolah melalui ASIK CKG (Aplikasi Sehat IndonesiaKu) turut diperiksa untuk memastikan hasil pemeriksaan terdokumentasi dengan baik.

Pengelolaan data yang baik menjadi dasar dalam melihat capaian program sekaligus membantu pemerintah memahami kondisi kesehatan masyarakat. Data tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pelayanan dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.

Evaluasi selanjutnya diarahkan pada pembahasan indikator CKG serta penyusunan rencana tindak lanjut. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pelaksanaan program di tingkat puskesmas.

Dengan demikian, CKG tidak sekadar menjadi kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini.

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat dapat mengenali kondisi kesehatan maupun faktor risiko penyakit lebih awal. Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi dasar untuk memperoleh pelayanan dan penanganan kesehatan sesuai kebutuhan.

Pemkot Tangsel pun terus mendorong agar pelaksanaan CKG semakin optimal, sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara luas dan berkelanjutan. (ADV)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button